Rabu, 19/09/2018 05:58 WIB

Protes Kebijakan Trump, 500 Perempuan Ditahan

Dua anggota parlemen bergabung dalam unjuk rasa menuntut penyelesaian kebijakan imigrasi

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: AFP)

Washington - Lebih dari 500 perempuan ditahan saat berunjuk rasa di Gedung Capitol, Amerika Serikat untuk memprotes kebijakan imigrasi "zero tolerance" Presiden Donald Trump.

Kebanyakan dari mereka ditahan saat berunjuk rasa berselimutkan lembaran foil, mirip yang digunakan sebagai selimut oleh anak-anak migran ilegal yang ditampung di kandang-kandang berantai setelah mereka dipisahkan dari orangtua mereka oleh pemerintahan Trump.

Video dan foto-foto yang menunjukkan kondisi mereka beredar luas dan semakin memicu kemarahan orang-orang terhadap Trump, dan pada akhirnya memaksa Trump untuk mengakhiri praktik tersebut.

Hingga saat ini, bagaimana administrasi akan menyatukan kembali ribuan keluarga yang dicerai-beraikan masih menjadi pertanyaan. Secara keseluruhan, sekitar 2.300 anak-anak dipisahkan dari orang tua mereka.

Perwakilan Demokrat Pramila Jayapal termasuk di antara mereka yang ditahan selama aksi protes pada Kamis sore.

"Saya baru saja ditangkap dengan 500 lebih perempuan dan @WomensMarch menyatakan bahwa kebijakan anti-toleransi @RealDonaldTrump yang kejam tidak akan berlanjut. Tidak di negara kami. Dan bukan atas nama kami," tulis dia di Twitter, dengan menyertakan video, sesaat setelah dia dibebaskan.

Senator Tammy Duckworth bersama dengan anaknya yang baru lahir juga berpartisipasi dalam unjuk rasa itu. Lewat Twitter-nya, dia menyampaikan "rasa bangganya" karena bisa bergabung dalam demonstrasi.

"Trump, @DHSgov & @HHSGov perlu memastikan bahwa anak-anak yang mereka pisahkan dari keluarga mereka diperlakukan dengan adil. Mereka harus membuat & menerapkan rencana — SEGERA — untuk menyatukan kembali keluarga yang telah mereka cerai-beraikan," ujar anggota parlemen Demokrat itu.

Lewat sebuah pernyataan, Kepolisian Capitol mengatakan, hampir 575 orang ditangkap di Gedung Kantor Senat Hart karena "berunjuk rasa dengan ilegal".

Demonstrasi itu berlangsung sehari setelah reli di Washington yang menuntut pemberhentian kebijakan imigrasi "tanpa toleransi" Trump.  (AA)

TAGS : Amerika Serikat Donald Trump Aktivis Perempuan




TERPOPULER :