Senin, 24/09/2018 12:38 WIB

Bamusi Hijab Hunt Talent 2018 Usung Tema Kebhinekaan

Menyasar generasi milenial untuk memamerkan koleksi busana muslim bertema kebhinekaan.

Para peserta berlanggak-lenggok di panggung menunjukkan busana hasil kreasinya di Pejaten Village Mall, Minggu (6/5).(Foto : Istimewa)

Jakarta - Perkembangan dunia fashion khususnya busana muslim (modest wear) mendorong kreativitas para generasi muda dalam padu padan semakin beragam. Momentum ini mendorong berbagai ajang Hijab Hunt atau pencarian bakat model busana modest wear untuk tampil. Salah satunya dilakukan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) di Mal Pejaten Village pada 5-6 Mei 2018 dengan menyelenggarakan Bamusi Hijab Hunt Talent 2018.

Sekretaris Umum Bamusi, Nasyirul Falah Amru mengatakan, event ini menyasar generasi milenial untuk memamerkan koleksi busana muslim bertema kebhinekaan. Para peserta dibebaskan untuk memilih busananya sendiri asalkan memiliki unsur kain nusantara yang akan menjadi penilaian dewan juri.

"Selain menyambut Bulan Ramadhan, kegiatan ini juga digelar dalam rangka menyambut Bulan Bung Karno agar anak muda mengenang jasa pendiri bangsa sang proklamator Presiden pertama Indonesia, Soekarno," kata Gus Falah sapaan akrab Nasyirul Falah Amru di Pejaten Village, Jakarta Selatan, Minggu (6/5/2018).

Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menjelaskan selama satu bulan penjaringan proses seleksi, terpilihlah 42 peserta generasi milenial antara 17-25 tahun dengan percaya diri lenggak-lenggok di atas panggung. Para juri akan menilai keserasian antara busana dan tata rias serta unsur kain nusantara dalam tampilan busananya.

"Kami berharap para model pemenang Hijab Hunt Bamusi ini akan menjadi ikon untuk menyampaikan syiar Islam dengan cara yang lebih kekinian. Agar pesan dakwah bisa sampai langsung ke hati masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, generasi muda saat ini harus terus digaungkan semangat Kebhinekaan bahwa Indonesia adalah negara yang beragam. Salah satunya bisa disuarakan lewat fashion.

"Karena jangan sampai semangat kebhinekaan anak muda terkikis. Kami biasanya sampaikan dakwah dan syiar dengan terjun langsung ke masyarakat. Tapi sekarang kami sengaja ingin lebih kekinian agar bisa diterima generasi milenial lewat fashion," jelas Gus Falah.

Ketua Panitia dan Penggagas Hijab Hunt Bamusi Irvansyah menjelaskan, sedikitnya dipilih tiga jura 1, 2, dan 3, harapan 1, 2, dan 3. Serta juara busana terbaik dan favorit. Tak hanya menampilkan busana dan cara berjalan, namun tiap peserta juga unjuk gigi kebolehan bakat mereka. Dari mulai menyanyi, membaca puisi, silat, dan bakat lainnya.

"Kami mencari pemenang yang terbaik untuk menjadi duta syiar Islam. Jadi selain serasi dari gaya busana dan tata rias, cara berjalan dan bersikap, serta cerdas juga berbakat," ungkapnya.

Para peserta di antaranya memadukan bawahan kain batik dengan busana muslim. Atau berbagai busana dengan kain berbahan brokat, lace, dan tile. Kaftan, dress dan tunik juga masih menjadi tren di kalangan milenial.

TAGS : hijab hunt bamusi Bhinneka fashion muslim talenta




TERPOPULER :