Jum'at, 19/01/2018 04:31 WIB

Rekaman Sang Anak Bocor, PM Israel Geram

Organisasi berita Hadashot diminta membayar 15.000 dolar untuk rekaman audio tersebut, meskipun sejumlah organisasi berita menolak untuk membayarnya.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu

Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta sebuah undang-undang untuk menolak rekaman karena anak laki-lakinya mendapat sorotan atas komentar yang dibuatnya tentang penari telanjang dan kesepakatan bisnis senilai miliaran dollar.

Putra pemimpinnya, Yair Netanyahu, didengar dalam sebuah rekaman audio yang menyarankan temannya, Ori Maimon, harus memberinya uang untuk memberi tip kepada seorang penari karena Benjamin Netanyahu mendorong kesepakatan yang menguntungkan ayahnya, komisaris gas Kobi Maimon.

"Ayah saya menyiapkan 20 miliar dolar untuk ayah Anda, dan Anda memberi saya sekitar 400 syikal?"kata Yair Netanyahu dalam rekaman tersebut.

Organisasi berita Hadashot diminta membayar 15.000 dolar untuk rekaman audio tersebut, meskipun sejumlah organisasi berita menolak untuk membayarnya.

Dalam sebuah pertemuan kabinet Kamis, Perdana Menteri Netanyahu mengatakan kepada Menteri Kehakiman Ayeles Shaked bahwa seharusnya ada penyelidikan atas legalitas bocornya rekaman semacam itu.

"Ini salah karena tidak ada sistem yang melindungi kita," kata Benjamin Netanyahu. "Sekarang saatnya sistem peradilan mulai bertindak dan membela kita, hari ini terjadi dengan Yair Netanyahu dan besok akan terjadi mungkin pada Menteri Kebudayaan Miri Regev, kepada Menteri Keuangan Moshe Kahlon dan yang lainnya," PM Israel.

Berbicara di sebuah konferensi pers dengan Shaked, perdana menteri mengatakan media "melintasi garis" dengan membayar dan menayangkan percakapan rahasia tersebut. Shaked mengatakan pemerintah bisa mengeluarkan undang-undang untuk melarang rekaman tersebut dibuat.

Hukum Israel menyatakan bahwa hanya satu pihak yang harus memberikan izin untuk membuat rekaman hukum.

"Kami tidak bisa menjadi sandera, dan mereka bahkan berusaha untuk mendapatkan keuntungan dari menjualnya ke media. Kami tidak bisa melawan saat diserang pada saat tertentu," kata Regev.

Yair Netanyahu, 26, mengeluarkan sebuah permintaan maaf, mengatakan ucapannya dibuat saat dia sedang minum dan tidak mewakili nilai-nilainya.

Ucapan oleh Yair Netanyahu sekarang menambahkan gejolak di Pemerintahan Israel pada saat perdana menteri menjadi subyek dua penyelidikan korupsi.

Pada hari Kamis, pengacara negara Shai Nitzan mengatakan dia berharap pihak berwenang akan memberikan rekomendasi mereka ke dalam penyelidikan korupsi dalam beberapa minggu mendatang.

"Setiap klaim yang absurd bahwa investigasi ditunda dengan sengaja adalah palsu," katanya. "Jika Anda yakin menyelidiki perdana menteri itu sederhana, itu adalah asumsi yang salah."

TAGS : Benjamin Netanyahu Israel Politik Internasiona




TERPOPULER :