Sabtu, 21/10/2017 15:24 WIB

Cak Imin Lebih Potensi jadi Cawapres Jokowi Dibanding Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mendadak populer. Bahkan, nama Gatot disebut-sebut sebagai Cawapres yang akan mendampingi Presiden Jokowi di Pilpres 2019 nanti.

Muhaimin Iskandar

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mendadak populer. Bahkan, nama Gatot disebut-sebut sebagai calon wakil presiden (Cawapres) yang akan mendampingi Presiden Jokowi di Pilpres 2019 nanti.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menilai, Gatot bukan pasangan yang ideal untuk Jokowi. Selain tidak memiliki basis massa yang kuat, Gatot juga tidak mampu mendongkrak elektabilitas Jokowi.

"Gatot diperkirakan hanya mendulang suara dari sebagian pendukung Prabowo Subianto," kata Ray, ketika dihubungi wartawan, Jakarta, Kamis (21/10).

Kata Ray, Jokowi lebih tepat jika dipasangkan dengan tokoh partai berbasis Islam. Menurutnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin jauh lebih unggul dibandingkan dengan Gatot.

"Dibanding Gatot, Muhaimin memiliki potensi lebih besar mendampingi Jokowi. Cak Imin sudah memiliki syarat kuat di basis massa Islam dan didukung partai," terangnya.

Sebab, kata Ray, Cak Imin memiliki basis massa yang kuat dan real. Selain basis massa dari PKB, Cak Imin juga bisa merangkul para tokoh dan warga Nahdlatul Ulama (NU).

"Cak Imin mewakili basis massa NU, akan lebih mudah mendapatkan dukungan dari para kiai NU, khususnya para kiai sepuh yang sangat disegani di NU," katanya.

Meski telah mengantongi modal 9,04 persen suara PKB pada 2014 lalu, menurut Ray, PKB masih harus terus bekerja ekstra keras untuk mendongkrak elektabilitas Cak Imin jelanng Pilpres 2019 mendatang. "Cak Imin hanya diperlukan melengkapi penyebaran basis massa di luar NU dan di luar Jawa," tegasnya.

TAGS : Pilpres 2019 Presiden Jokowi Cak Imin Gatot




TERPOPULER :

TERKINI

Komdis PSSI Kenakan Sanksi Madura United

Madura United oleh PSSI dinilai telah melakukan pelanggar...

SBY Puji Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Ketua Umum Partai Demokrat SBY menyampaikan ucapan selama...

Bosan Dikambing Hitamkan? Ikuti Tips Ini

Ini langkah-langkah buat kalian yang diperlakukan tidak a...

Kumpulkan Mainan, Wanita Ini Pecahkan Rekor Dunia

Harnes menambahkan koleksinya hampir 2.000 keping, tapi d...

Ketua DPR: Pesantren Merupakan Roh Bangsa Indonesia

Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) menghadiri Haul ke-28...

Pemahaman Pancasila Bendung Paham Radikal

Pemahaman radikal ini sangat berbahaya sebab paham terseb...

HNW: Komunis Radikalisme Paling Radikal

Sila-sila Pancasila bisa dijadikan alat untuk melaksanaka...

Bantahan Mantan PM Malaysia, "Saya Tak Hina Orang Bugis"

Pernyataan itu membuat Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis M...

Wow, Pemakaman Raja Thailand Habiskan Dana Rp1,2 Triliun

Sebuah pemakaman yang mewah akan digelar oleh kerajaan un...

Kendaraan Freeport Ditembaki Orang Tak Dikenal

Penembakan terjadi terhadap kendaraan patroli Security an...

Amerika Akui Senjata Kimia Bukan Perbuatan Assad

AS telah mengakui bahwa serangan senjata kimia Sarin yang...