Sabtu, 21/10/2017 15:24 WIB

Internasional

Konflik dengan AS, Iran Tetap Perkuat Rudal

Presiden Iran Hassan Rouhani berjanji akan memperkuat kemampuan rudal negara tersebut

Presiden Iran, Hassan Rouhani (Foto: Tehran Time)

Jakarta- Presiden Iran,  Hassan Rouhani berjanji akan terus memperkuat kemampuan rudal negara tersebut. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington setelah pidato Presiden Trump di Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Pemimpin Negeri Para Mullah menyampaikan kepada pasukan angkatan militernya pada Jumat, dalam sebuah parade yang menandai dimulainya Muharram, bulan pertama kalender Islam.

Rouhani mengatakan, negara tersebut akan terus meningkatkan kemampuan militernya, mulai dari rudal hingga ke darat, udara dan laut. Militer akan diperkuat sejauh yang Iran anggap perlu, tambahnya.

“Kami akan meningkatkan kekuatan militer, tanpa meminta izin siapapun untuk membela negara kami dari invasi dan terorisme,“ kata Rouhani dilansir RT, Jumat (22/9)

“Suka atau tidak, Teheran akan membela orang-orang tertindas di Yaman, Suriah dan Palestina,“ Rouhani menambahkan.

Pada Selasa, Presiden Amerika Serikata, Donald Trump menyampaikan pidato pertamanya di Majelis Umum PBB, yang menyebut Iran sebagai negara nakal yang mengespor kekerasan, pertumpahan darah, dan kekacauan. Selain itu, ia menuduhnya mendanai teroris dan merongrong stabilitas seluruh Timur Tengah.

Trump juga mengatakan, kesepakatan nuklir tonggak yang diakhiri pada tahun 2015 oleh Teheran dan kekuatan dunia terkemuka, Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action / JCPOA), adalah salah satu transaksi terburuk dan paling sepihak dan dan memalukan AS.

Teheran mengecam pilihan kata-kata Trump,  ia menyebutnya ucapan yang tak tahu malu dan tidak tahu apa-apa, yang mengabaikan perang Iran melawan terorisme, kata Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, yang merupakan salah satu juru runding dokumen yang membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi internasional.

“Pidato Presiden AS yang bodoh, sangat jelek, dan tak beralasan, dengan bahasa gangster dan koboi yang penuh dengan kebohongan belaka, berakar pada kemarahan, frustrasi, dan keputusasaan mereka,“ kata pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei

Pidato pemimpin Amerika tak hanya membuat geram Iran, tapi juga beberapa pemimpin dunia, seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron, Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel, dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. 

TAGS : Iran Amerika Serikat Nuklir




TERPOPULER :

TERKINI

Komdis PSSI Kenakan Sanksi Madura United

Madura United oleh PSSI dinilai telah melakukan pelanggar...

SBY Puji Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Ketua Umum Partai Demokrat SBY menyampaikan ucapan selama...

Bosan Dikambing Hitamkan? Ikuti Tips Ini

Ini langkah-langkah buat kalian yang diperlakukan tidak a...

Kumpulkan Mainan, Wanita Ini Pecahkan Rekor Dunia

Harnes menambahkan koleksinya hampir 2.000 keping, tapi d...

Ketua DPR: Pesantren Merupakan Roh Bangsa Indonesia

Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) menghadiri Haul ke-28...

Pemahaman Pancasila Bendung Paham Radikal

Pemahaman radikal ini sangat berbahaya sebab paham terseb...

HNW: Komunis Radikalisme Paling Radikal

Sila-sila Pancasila bisa dijadikan alat untuk melaksanaka...

Bantahan Mantan PM Malaysia, "Saya Tak Hina Orang Bugis"

Pernyataan itu membuat Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis M...

Wow, Pemakaman Raja Thailand Habiskan Dana Rp1,2 Triliun

Sebuah pemakaman yang mewah akan digelar oleh kerajaan un...

Kendaraan Freeport Ditembaki Orang Tak Dikenal

Penembakan terjadi terhadap kendaraan patroli Security an...

Amerika Akui Senjata Kimia Bukan Perbuatan Assad

AS telah mengakui bahwa serangan senjata kimia Sarin yang...