https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Wow, Bocah Indonesia Ini Mahasiswa Fisika Di Kanada

Redaksi | Jum'at, 02/09/2016 23:24 WIB



Diki menjadi satu-satunya mahasiswa termuda di kampus itu, University of Waterloo, Kanada. Usia Diki masih bocah, 12 tahun. Cendikiawan Suryaatmaja, atau Diki./foto:twitter

Waterloo - Tak biasa memang, tapi kejeniusan membawa Diki menjadi satu-satunya mahasiswa termuda di kampus itu, University of Waterloo, Kanada. Usia Diki masih bocah, 12 tahun.

Cendikiawan Suryaatmaja, lebih dikenal di kampusnya sebagai Diki Suryaatmaja, baru saja 12 tahun. Namun, ia bisa langsung beradaptasi dengan proses perkualiahan yang telah dimulai bulan September ini.

"Aku merasa senang dan sedikit cemas dengan perubahan budaya yang akan kualami," kata Diki.

Baca juga :
Mahasiswa ITB yang Sempat Hilang di Gunung Puntang Ditemukan Selamat

Diki yang menyelesaikan program pendidikan dasar hingga menengah atas dalam waktu cepat lewat program akselerasi ini mengambil kelas kimia, matematika, dan ekonomi. Ia mengaku lebih menyukai fisika, dan fokus ke jurusan fisika.

"Alasanku tertarik pada fisika adalah karena fisika merupakan sebuah ilmu yang dapat mengubah dunia," kata bocah pemilik IQ 189, yang suka mengamati pola dan merenungi alam itu.

Baca juga :
Hilirisasi, Indonesia Lebih Maju dalam Transformasi Peran SWF Global

Pada laman therecord.com, Diki mengatakan bahwa orang-orang di sekitarnya, sangat baik dan ramah. Bersama keluarganya, untuk mensupport perkembangan, Diki mengatakan bahwa orang-orang Kanada bisa dipercaya dan rendah hati

Andre Jardin, perwakilan kampus yang mengurusi bidang penerimaan mahasiswa baru mengatakan bahwa secara akademik, Diki sudah siap. Tim pemeriksaan mahasiswa meluluskan Diki, sebelum mengetahui usia dan jenis kelamin. Mereka baru mengetahui bahwa Diki masih berusia 12 tahun saat dinyatakan lulus seleksi.

"Memberikan kesempatan kepada bocah 12 tahun, kami rasa, membuat kami harus memberikan lebih banyak panduan untuknya," kata Jardin.

Baca juga :
Siapa Saja 13 Tokoh Pendiri PMII? Ini Profil dan Biografi Singkatnya

Menurut Jardin lebih lanjut bahwa pihak kampus ingin memastikan Diki bisa bersosialisasi dengan lingkungan barunya, serta memiliki pengalaman hebat dan sukses, seperti mahasiswa lainnya.

Oleh karena itu, kata Jardin, Diki akan terhubung langsung dengan pembimbing akademik, dan mentor yang akan melakukan hubungan berkala dengan keluarga Diki.

"Mahasiswa di sini rata-rata berusia 17 tahun ke atas. Mereka mengetahui ada bocah yang diterima di kampus ini. Kini tinggal bagaimana mereka menanggapi hal tersebut. Karena usianya masih 12 tahun, kami berpikir untuk memberikan bimbingan," ucap Jardin menambahkan.

Diki yang pernah mengikuti Olimpiade Fisika di Kazakhstan 2016 ini bercita-cita ingin membuat clean energy. Itu merupakan salah satu ide untuk menciptakan sumber energi yang lebih murah dan bisa diperbarui.

"Saya ingin mengubah dunia. Saya masih muda, dan saya masih memiliki waktu yang panjang," ucap Diki.

University of Waterloo, kampus Diki punya reputasi baik di Kanada. Kampus itu masuk pada urutan 179 dalam daftar universitas terbaik dunia. Salah satu alumnus dari kampus itu adalah Onno W. Purbo, ahli jaringan internet, yang memperoleh gelar doktornya di kampus tersebut.[]

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Diki Suryaatmaja Cendikiawan suryaatmaja kanada university of waterloo mahasiswa bocah indonesi

Terpopuler

Kamis, 23/07/2026 04:04 WIB
Gaya Hidup

20 Contoh Ucapan Hari Anak Nasional yang Penuh Makna

Rabu, 22/07/2026 01:01 WIB
Humanika

22 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777