https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Benarkah Istilah Londo Ireng Berarti Pengkhianat?

Vaza Diva | Sabtu, 25/07/2026 04:04 WIB



Londo Ireng, sebutan orang indonesia yang bekerja dengan kolonial (Foto: RMOLJateng/dok.Historia)

Jakarta, Jurnas.com - Istilah "Londo Ireng" kembali menjadi perbincangan publik setelah diucapkan Presiden Prabowo Subianto saat berpidato dalam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Londo-londo Ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain, kan? Wartawan, jurnalis apa itu? Pengamat, LSM."

Kalimat tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat berpidato dalam puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (23/7).

Baca juga :
Viral Prabowo Tuding Wartawan "Londo Ireng", Apa Artinya?

Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung adanya pihak-pihak yang menurutnya lebih mengabdi kepada kepentingan bangsa lain daripada kepentingan Indonesia.

Ucapan tersebut pun memicu perhatian publik dan membuat istilah Londo Ireng kembali ramai diperbincangkan di media sosial.

Baca juga :
Gus Muhaimin Lantik 13 DPC PKB se-Sulawesi Tengah di Kota Tua

Lantas, benarkah Londo Ireng berarti pengkhianat? Jawabannya tidak sesederhana itu. Secara historis, istilah tersebut memiliki makna yang berbeda dengan penggunaannya saat ini.

Secara etimologi, Londo Ireng berasal dari bahasa Jawa. Kata londo atau landa merupakan sebutan masyarakat Jawa untuk orang Belanda atau bangsa Eropa, sedangkan ireng berarti hitam.

Baca juga :
Prabowo Tunjuk Sudaryono Sebagai Kepala BGN Gantikan Nanik

Karena itu, secara harfiah Londo Ireng berarti "Belanda Hitam."

Menurut catatan sejarah, istilah tersebut pertama kali digunakan pada abad ke-19 ketika pemerintah kolonial Belanda merekrut ribuan pemuda dari Afrika Barat, terutama dari wilayah Elmina yang kini menjadi bagian dari Ghana, untuk menjadi tentara Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL).

Mereka didatangkan untuk memperkuat pasukan Belanda dalam menghadapi berbagai perlawanan rakyat Nusantara setelah Perang Jawa (1825–1830) dan konflik-konflik lain di berbagai daerah.

Karena para tentara itu berkulit hitam tetapi mengenakan seragam militer Belanda, masyarakat Jawa kemudian menjuluki mereka sebagai Londo Ireng atau Belanda Hitam.

Seiring berjalannya waktu, istilah Londo Ireng tidak lagi hanya ditujukan kepada tentara asal Afrika.

Istilah tersebut kemudian digunakan untuk menyebut orang-orang pribumi yang bekerja sebagai serdadu KNIL, pegawai pemerintahan kolonial, maupun pihak yang dianggap membantu kepentingan Belanda.

Dalam pandangan para pejuang kemerdekaan, mereka dinilai berpihak kepada pemerintah kolonial dan ikut menindas rakyat demi memperoleh gaji, jabatan, atau fasilitas.

Dari sinilah makna Londo Ireng berkembang menjadi istilah kiasan bagi seseorang yang dianggap mengabdi kepada kepentingan asing atau mengabaikan kepentingan bangsanya sendiri.

Meski kini sering digunakan sebagai sindiran politik atau sosial, para sejarawan mengingatkan bahwa makna historis Londo Ireng tidak identik dengan "pengkhianat".

Pada mulanya, istilah tersebut hanyalah julukan bagi tentara Afrika yang bertugas di bawah pemerintahan kolonial Belanda.

Adapun makna sebagai simbol orang yang berpihak kepada kepentingan asing merupakan perkembangan penggunaan istilah dalam konteks sosial dan politik di kemudian hari.

Karena itu, memahami asal-usul istilah Londo Ireng penting agar masyarakat dapat membedakan antara makna sejarah dengan penggunaan kiasannya di era modern.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Presiden Indonesia Prabowo Subianto Londo Ireng Antek Asing Harlah PKB

Terpopuler

Kamis, 23/07/2026 04:04 WIB
Gaya Hidup

20 Contoh Ucapan Hari Anak Nasional yang Penuh Makna

Rabu, 22/07/2026 01:01 WIB
Humanika

22 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777