https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Sulit Khusyuk saat Sholat? Ini Cara yang Dianjurkan Rasulullah

Vaza Diva | Jum'at, 24/07/2026 22:05 WIB



Khusyuk merupakan salah satu tujuan utama dalam melaksanakan sholat. Ilustrasi - ini cara khusyuk dalam sholat yang telah diajarkan Rasulullah (Foto: Pexels/Allan Feitor)

Jakarta, Jurnas.com - Khusyuk merupakan salah satu tujuan utama dalam melaksanakan sholat. Meski demikian, tidak sedikit umat Islam yang mengaku kesulitan menjaga konsentrasi saat berdiri menghadap Allah SWT.

Pikiran yang melayang pada urusan pekerjaan, keluarga, atau aktivitas sehari-hari kerap mengurangi kualitas ibadah.

Dalam Islam, khusyuk bukan hanya berarti diam secara fisik, tetapi juga menghadirkan hati, pikiran, dan kesadaran penuh bahwa seorang hamba sedang bermunajat kepada Allah SWT.

Baca juga :
Mengapa Sholat Menjadi Amal Pertama yang Dihisab?

Karena itu, Rasulullah SAW memberikan tuntunan agar setiap muslim berusaha meningkatkan kekhusyukan dalam sholat.

Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman akan memperoleh keberuntungan apabila mampu menjaga kekhusyukan dalam sholat.

Baca juga :
Ini Cara Menenangkan Hati saat Mengalami Musibah

Allah SWT berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ۝ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

Baca juga :
Ini Tujuh Amalan yang Dianjurkan Setelah Tertimpa Musibah

Artinya: "Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya." (QS. Al-Mu`minun: 1-2)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa khusyuk menjadi salah satu ciri orang beriman yang mendapatkan keberuntungan di dunia maupun akhirat.

Langkah pertama untuk meraih kekhusyukan adalah mempersiapkan diri dengan menyempurnakan wudu.

Selain menjadi syarat sah sholat, wudu juga menjadi sarana membersihkan diri secara lahir dan batin. Ketika seseorang berwudu dengan tenang dan penuh kesadaran, hatinya akan lebih siap memasuki ibadah.

Rasulullah SAW juga menganjurkan agar umat Islam tidak terburu-buru ketika berwudu dan menjaga kesuciannya sebelum sholat.

Salah satu penyebab kurang khusyuk adalah terburu-buru karena menunda sholat hingga akhir waktu.

Dengan melaksanakan sholat di awal waktu, seorang muslim memiliki kesempatan mempersiapkan diri tanpa tergesa-gesa. Ia dapat menenangkan pikiran, membaca doa sebelum sholat, serta menghindari gangguan yang dapat mengurangi konsentrasi.

Menjaga sholat tepat waktu juga merupakan amalan yang sangat dicintai Allah SWT.

Banyak orang melafalkan bacaan sholat tanpa memahami artinya. Padahal, memahami makna setiap bacaan dapat membantu menghadirkan hati ketika bermunajat kepada Allah SWT.

Misalnya, ketika membaca Surah Al-Fatihah, seorang muslim dapat merenungkan bahwa dirinya sedang memuji Allah, memohon petunjuk, serta meminta pertolongan hanya kepada-Nya.

Begitu pula ketika rukuk dan sujud, bacaan tasbih yang dilafalkan hendaknya dihayati sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW mengajarkan agar seorang muslim melaksanakan sholat seolah-olah ia melihat Allah. Jika tidak mampu, hendaknya ia menyadari bahwa Allah senantiasa melihatnya.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis tentang ihsan:

"...Beribadahlah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Kesadaran tersebut akan membantu seseorang menjaga sikap, bacaan, dan kekhusyukan selama sholat.

Sebelum sholat, seorang muslim dianjurkan mengurangi berbagai hal yang dapat mengganggu fokus.

Misalnya, mematikan suara ponsel, memilih tempat yang tenang, tidak terburu-buru, serta menyelesaikan kebutuhan mendesak apabila memungkinkan.

Rasulullah SAW juga mengingatkan agar tidak sholat ketika makanan telah dihidangkan sementara seseorang sangat ingin makan, atau ketika menahan buang air, karena kondisi tersebut dapat mengganggu konsentrasi dalam ibadah.

Tuma`ninah atau berhenti sejenak pada setiap gerakan merupakan salah satu rukun sholat menurut mayoritas ulama.

Gerakan yang dilakukan dengan tenang membuat bacaan lebih terjaga dan hati lebih mudah menghadirkan rasa khusyuk. Sebaliknya, sholat yang dikerjakan terlalu cepat sering kali membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk menghayati setiap bacaan.

Karena itu, Rasulullah SAW mencontohkan sholat dengan gerakan yang tenang dan tidak tergesa-gesa.

Khusyuk merupakan anugerah dari Allah SWT. Oleh sebab itu, setiap muslim dianjurkan memperbanyak doa agar diberikan hati yang tenang dan kemampuan menjaga kualitas sholat.

Selain berusaha memperbaiki diri, memohon pertolongan kepada Allah menjadi langkah penting agar ibadah semakin baik dari waktu ke waktu.

Sholat bukan sekadar kewajiban yang harus ditunaikan, tetapi juga kesempatan untuk berkomunikasi dengan Allah SWT.

Ketika seorang muslim menyadari bahwa ia sedang bermunajat kepada Rabb semesta alam, sholat akan menjadi sumber ketenangan, bukan sekadar rutinitas harian.

Semakin kuat kesadaran tersebut, semakin mudah pula seseorang menjaga kekhusyukan dalam ibadahnya

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Keislaman Ibadah Sholat Cara Khusyuk Sholat Nabi Muhammad

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777