https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Laut Merah Memanas, Saudi Serang Situs Militer Houthi

Mutiul Alim | Sabtu, 25/07/2026 14:45 WIB



Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman melancarkan serangan terhadap situs-situs militer Houthi, pada Jumat (24/7) malam di kota pelabuhan barat Hodeidah Gambar satelit menunjukkan kapal kargo berbendera Belize dan milik Inggris Rubymar, yang diserang oleh Houthi Yaman sebelum tenggelam, di Laut Merah, 1 Maret 2024. Handout via REUTERS

Sanaa, Jurnas.com - Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman melancarkan serangan udara terhadap situs-situs militer Houthi, pada Jumat (24/7) malam di kota pelabuhan barat Hodeidah, sebagai tanggapan atas serangan terhadap pelayaran yang terhubung dengan Arab Saudi di Laut Merah.

"Kami melakukan operasi respons militer yang proporsional terhadap target militer yang sah milik milisi teroris Houthi di provinsi Hodeidah," kata juru bicara koalisi Mayor Jenderal Turki Al-Malki di platform X, dikutip dari Arab News pada Sabtu (25/7).

Serangan tersebut terjadi setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengancam akan menargetkan kapal-kapal Arab Saudi yang tidak mematuhi blokade laut, dan mengklaim serangan minggu ini terhadap dua kapal Saudi. Saudi mengonfirmasi salah satu dari serangan tersebut.

Baca juga :
PBB Desak Evakuasi 6.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz

Sebuah sumber keamanan Yaman mengatakan kepada AFP bahwa pangkalan angkatan laut di Hodeidah dan kamp militer di Pulau Kamaran termasuk di antara target sasaran.

Kementerian Luar Negeri Yaman yang dikelola Houthi mengatakan pada hari Jumat bahwa serangan tersebut menandai dimulainya fase eskalasi dibalas eskalasi. Sejumlah warga melaporkan mendengar rentetan ledakan, termasuk di dekat pelabuhan.

Baca juga :
AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Kerja Sama Nuklir

Televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi menyebutkan dua orang terluka, yaitu seorang pekerja di kota Hodeidah dan seorang wanita di Pulau Kamaran.

Diketahui, Pelabuhan Hodeidah tidak dijadikan target dan bahwa semua pelabuhan Yaman, termasuk Hodeidah, Ras Issa, dan Salif, tetap terbuka untuk navigasi maritim serta menerima kapal-kapal komersial.

Baca juga :
Anggota DPR: Indonesia Harus Perkuat Diplomasi Hadapi Konflik Timur Tengah

Gejolak terbaru ini terjadi saat gangguan pada pelayaran melalui Selat Hormuz telah meningkatkan pentingnya rute Laut Merah bagi Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia.

Pada April dan Mei, seluruh ekspor minyak mentah melalui jalur laut Arab Saudi berangkat dari pelabuhan Laut Merah di Yanbu. Pelabuhan tersebut menyumbang 92 persen dari ekspor minyak mentah jalur laut pada Juni dan 78 persen sejauh ini.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Arab Saudi Kelompok Houthi Perang Saudi vs Yaman Konflik Timur Tengah

Terpopuler

Kamis, 23/07/2026 04:04 WIB
Gaya Hidup

20 Contoh Ucapan Hari Anak Nasional yang Penuh Makna

Rabu, 22/07/2026 01:01 WIB
Humanika

22 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777