Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: AP)
Washington, Jurnas.com - Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia belum memutuskan serangan besar-besaran terhadap Iran, seiring Teheran yang kini mulai serius dalam perundingan dengan Washington.
Komentarnya muncul setelah adanya laporan bahwa Trump, yang semakin frustrasi, bertemu dengan para penasihat senior untuk membahas peluncuran operasi militer skala besar terhadap Iran.
"Tidak, saya belum (memutuskannya). Dengar, kami sedang berbicara dengan mereka saat ini. Saya pikir mereka menjadi semakin serius dari hari ke hari, mungkin karena alasan yang jelas," kata Trump dikutip dari Arab News pada Sabtu (25/7).
Trump mengatakan Iran memiliki pilihan antara membuat kesepakatan atau menghadapi serangan dengan tingkat yang jauh lebih tinggi, setelah hampir dua minggu serangan AS yang membuat gencatan senjata hancur berantakan.
AS beralasan bahwa serangan tersebut guna menghentikan Iran menutup Selat Hormuz yang krusial. Iran juga membalasnya dengan rentetan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS yang telah menewaskan empat anggota militer.
"Kami telah mengunci sasaran dan siap beraksi. Tapi kami sedang berbicara dengan mereka, jadi saya pikir selagi kami berbicara, kita akan melihat apa hasilnya nanti. Saya percaya. Mereka sangat serius. Mereka memang seharusnya begitu," ujar dia.
Perang yang pernah diprediksi Trump akan berlangsung empat atau lima minggu tersebut kini mendekati bulan kelima, dan membebani peringkat persetujuan Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu yang krusial pada November mendatang.
Trump juga belum mengetahui apa yang akan menjadi titik kritis (tipping point) untuk sebuah keputusan, namun menegaskan kembali pendiriannya bahwa garis merahnya adalah jika Iran nyaris mengembangkan senjata nuklir.