https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kanker Pembunuh Nomor Tiga setelah Jantung dan Ginjal

Redaksi | Minggu, 17/02/2019 20:01 WIB



Penyakit tersebut berpeluang menjadi pembunuh nomor satu, karena jumlah pengidapnya semakin meningkat. Fun Walk Cancer Ribbon Awareness, di Car Free Day Bundaran HI, Jakarta pada Minggu (17/2).

Jakarta, Jurnas.com – Dewasa ini kanker masih menghuni urutan nomor tiga dari deretan penyakit mematikan di Indonesia.

Kendati demikian, menurut Direkur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais Prof. Abdul Kadir, penyakit tersebut berpeluang menjadi pembunuh nomor satu, karena jumlah pengidapnya semakin meningkat.

“Kalau di Jepang dan Korea, kanker penyebab kematian pertama. Sementara di Indonesia urutan ketiga setelah jantung dan gagal ginjal,” terang Prof. Kadir dalam kegiatan Fun Walk Ribbon Cancer Awareness, di Car Free Day Bundaran HI, Jakarta pada Minggu (17/2).

Baca juga :
Serangan Jantung Usia Muda Meningkat, Studi Kaitkan dengan Metamfetamin

Karena itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkomitmen menjadikan kanker sebagai musuh bersama, dengan cara rutin melakukan deteksi dini dan menjaga pola hidup sehat.

Sementara Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan Cut Putri Arianie mengatakan, upaya penanggulangan kanker sudah mulai dilakukan dari tingkat masyarakat.

Baca juga :
Jam Tidur Tak Teratur Bisa Lipatgandakan Risiko Serangan Jantung dan Stroke

Harapannya, bila masyarakat rutin melakukan deteksi dini kanker, maka tidak akan ada banyak pengobatan di rumah sakit.

“Meski belum diketahui sebab pasti, namun pola makan dan gaya hidup yang sehat merupakan beberapa cara menekan faktor risiko kanker,” jelas Arianie.

Baca juga :
Awas, Rutin Konsumsi Makanan Ultraproses Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Sementara itu Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Agum Gumelar mengatakan, setelah melakukan deteksi dini melalui Sadari (Periksa Payudara Sendiri) dan menemukan adanya benjolan, dia mengimbau agar segera pergi ke dokter.

“Langsung pergi ke dokter, jangan ke pengobatan alternatif atau herbal, agar segera diketahui stadium kankernya. Semakin dini ketahui, semakin besar peluang sembuh,” kata mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ini.

Kegiatan Fun Walk Ribbon Cancer Awareness juga diikuti oleh Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI). Dalam acara peringatan Hari Kanker Anak Sedunia setiap 15 Februari itu, ratusan pengurus, survivor kanker anak, orangtua, dan relawan muda YOAI memberikan dukungan untuk Pink Ribbon Awareness, dengan membentuk formasi pita emas, agar semakin banyak orang peduli dan mengenal kanker anak.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Penyakit Kanker Serangan Jantung Gagal Ginjal

Terkini | Selasa, 19/05/2026 20:22 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777