https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Antrean Haji Panjang, DPR Soroti Kerentanan Jemaah Lansia

Gery David Sitompul | Selasa, 19/05/2026 16:59 WIB



Timwas Haji DPR tahun 2026 menyoroti panjangnya daftar tunggu haji Indonesia yang dinilai menjadi salah satu penyebab meningkatnya kerentanan kesehatan jemaah. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri

Jakarta, Jurnas.com - Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI tahun 2026 menyoroti panjangnya daftar tunggu haji Indonesia yang dinilai menjadi salah satu penyebab meningkatnya kerentanan kesehatan jemaah di Tanah Suci.

Anggota Timwas Haji DPR, Abidin Fikri menilai banyak calon jemaah baru memperoleh giliran berangkat ketika usia mereka sudah lanjut dan memiliki risiko penyakit yang lebih tinggi.

Usai rapat koordinasi Timwas Haji DPR RI dengan Kepala Daker Madinah di Kantor Daker Madinah, Abidin menegaskan bahwa pengetatan istitha’ah kesehatan harus menjadi prioritas agar risiko kesehatan jemaah dapat ditekan sejak sebelum keberangkatan.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan tidak boleh dilakukan sekadar formalitas. Ia mengingatkan agar tidak ada kompromi dalam menentukan kelayakan kesehatan calon jemaah.

“Yang diperketat itu adalah istitha’ah kesehatan. Jadi jangan sampai main mata di daerahnya,” tegasnya saat melakukan pengawasan penyelenggaraan ibadah haji di Makkah, Senin, 18 Mei 2026.

Abidin menjelaskan, persoalan kesehatan jemaah tidak bisa dilepaskan dari keterbatasan jumlah tenaga medis yang bertugas di Arab Saudi. Ia menyebut setiap tambahan petugas kesehatan akan berdampak pada berkurangnya kuota jemaah haji Indonesia.

“Kalau katakanlah dua perawat, satu dokter atau dua dokter dua perawat, jumlah kuota kita berapa? Kalau itu nambah satu perawat, itu sudah mengambil kuota dari jemaah,” ujar Legislator Dapil Jawa Timur IX ini.

Karena itu, DPR menilai solusi paling realistis bukan hanya menambah petugas kesehatan, melainkan memastikan jemaah yang berangkat benar-benar memenuhi standar kesehatan. Dengan begitu, beban layanan kesehatan di Tanah Suci dapat lebih terkendali.

Abidin mengatakan, apabila standar istitha’ah kesehatan diterapkan secara konsisten, petugas kesehatan akan lebih efektif menangani jemaah yang membutuhkan pelayanan medis serius. “Kalau kita ketat dalam menentukan istitha’ah kesehatan, insya Allah kejadian beberapa tahun terakhir bisa ditekan sehingga petugas kesehatannya bisa bekerja efektif,” katanya.

Timwas Haji DPR RI berharap pengawasan terhadap proses pemeriksaan kesehatan di daerah diperkuat agar penyelenggaraan haji Indonesia semakin aman, khususnya bagi jemaah lanjut usia yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun.

Baca juga :
Komisi XIII DPR Kecam Israel, Dukung Upaya Pemerintah Selamatkan 5 WNI
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Antrian Haji Timwas Haji DPR Jemaah Haji Lansia

Terkini | Selasa, 19/05/2026 17:13 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777