https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pasangan Suami Istri Karawang ini "titipkan" Bayinya di Rumah Sakit

Sundari | Senin, 18/09/2017 23:46 WIB



Kartu BPJS Kesehatan itu sebelumnya dibayar oleh perusahaan, tapi istrinya terkena pemutusan hubungan kerja, sehingga iuran BPJS belum dibayar lagi selama dua bulan. Ilustrasi dokter bedah rumah sakit

Karawang - Pasangan suami istri, Manaf dan Heni Sudiar terpaksa harus meninggalkan anaknya di rumah sakit Intan Barokah, Karawang, Jawa Barat. Pasalnya, pasangan itu tidak mampu membayar tagihan rumah sakit untuk menebus anaknya yang baru dilahirkan.

Kini, pasangan suami istri tersebut sudah kembali ke rumahnya di Desa Karyamukti, Kecamatan Lemahabang, Karawang. "Kami tidak mampu membayar tagihan perawatan rumah sakit sekitar Rp12 juta. Jadi, bayi kami ditahan pihak rumah sakit sejak 8 September lalu hingga sekarang," kata Manaf, orang tua bayi laki-laki yang ditahan pihak rumah sakit tersebut.

Ia mengatakan, bayi itu sebenarnya lahir secara normal, tapi karena sakit dan diduga keracunan air ketuban, bayi itu harus dirawat secara intensif di rumah sakit.

Baca juga :
Komisi IX Dorong Perluasan BPJS Ketenagakerjaan bagi Semua Pekerja
Awalnya pihak RS meminta bayaran Rp4,3 juta untuk biaya persalinan dan pengobatan. Tetapi tagihan itu tidak bisa dipenuhi, karena pihak keluarga hanya mampu membayar Rp2,3 juta.

"Saat itu, kami hanya bisa membayar Rp2,3 juta. Uang itu juga dikumpulkan dari keluarga. Setelah dibayarkan, ternyata hanya istri saya saja yang bisa pulang, sedangkan bayi kami ditahan di rumah sakit itu," kata Manaf yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan.

Baca juga :
Kemendes PDT-BPJS Kesehatan Teken MoU Optimalisasi Program JKN di Desa
Pihak RS sudah mengabarkan bayinya yang dirawat di rumah sakit itu mendapat perawatan intensif selama sepuluh hari, dan memberitahu pula bahwa bayi itu bisa dibawa pulang. "Tapi kami bingung harus membayar biaya perawatan. Informasinya, kami harus membayar tagihan Rp12 juta," katanya lagi.

Manaf mengatakan, dalam perawatan di rumah sakit itu hanya istrinya yang menggunakan kartu BPJS Kesehatan, itu pun harus melunasi iuran selama dua bulan terlebih dahulu.

Baca juga :
Komisi IX Minta Reaktivasi BPJS PBI Warga Jambi Dipercepat
Kartu BPJS Kesehatan itu sebelumnya dibayar oleh perusahaan, tapi istrinya terkena pemutusan hubungan kerja, sehingga iuran BPJS belum dibayar lagi selama dua bulan.

"Saya sudah minta tolong agar kartu BPJS yang terlambat dibayar itu bisa aktif kembali. Tapi, ternyata kartu baru aktif setelah 14 hari. Sedangkan pihak rumah sakit hanya memberi waktu 1x24 jam untuk mengurus kartu BPJS," katanya. Dia  berharap ada kebijakan lain yang bisa memudahkan agar anaknya bisa dibawa pulang. (ant)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Orang Miskin BPJS Kasus Bayi Karawang

Terkini | Kamis, 23/07/2026 18:43 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777