https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Love Bombing, Kenali Tanda-tanda dan Cara Menghadapinya

Agus Mughni | Senin, 17/02/2025 19:12 WIB



Meskipun terasa menggembirakan di awal, love bombing sebenarnya menyembunyikan niat untuk menciptakan ketergantungan emosional yang bisa berbahaya bagi hubungan Ilustrasi pasangan dimabuk cinta - love bombing (Foto: Pexels/Anil Kumar)

Jakarta, Jurnas.com - Dalam sebuah hubungan, perhatian dan kasih sayang memang hal yang diinginkan setiap pasangan. Namun, jika perhatian itu datang terlalu banyak dan terlalu cepat, bisa jadi itu pertanda bahaya.

Fenomena ini dikenal dengan nama love bombing, sebuah taktik manipulasi emosional di mana seseorang memberikan pujian, hadiah, dan perhatian berlebihan dengan tujuan mengendalikan pasangannya. Meskipun terasa menggembirakan di awal, love bombing sebenarnya menyembunyikan niat untuk menciptakan ketergantungan emosional yang bisa berbahaya bagi hubungan.

Dikutip dari Healtline love bombing adalah taktik manipulasi yang terjadi ketika seseorang menunjukkan kasih sayang berlebihan untuk mengendalikan atau memanipulasi perasaan pasangannya. Walau terasa menyenangkan di awal, penting untuk mengenali tanda-tandanya agar tidak terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.

Baca juga :
Tunjangan Guru Naik Tahun Ini, Anggaran Capai Rp88,86 Triliun

Pada awal hubungan, sering kali seseorang memberikan hadiah berlebihan, seperti mengirim bunga dalam jumlah banyak atau mengajak makan malam mahal secara rutin. Semua ini bertujuan untuk menciptakan rasa utang budi yang akhirnya bisa dimanfaatkan untuk memperdaya.

Pujian yang terkesan berlebihan, seperti mengungkapkan cinta tanpa alasan yang jelas, bisa menjadi tanda bahwa seseorang ingin mendapat perhatian dan kepercayaan dengan cara yang tidak tulus. Jika perasaan itu muncul hanya dalam waktu singkat, maka bisa jadi itu bagian dari taktik manipulasi.

Baca juga :
Serangan Iran Berlanjut, Kedubes AS di Kuwait Berasap Siang Ini

Komunikasi yang tidak pernah berhenti, seperti teks atau panggilan setiap jam, bisa membuat merasa tertekan dan kewajiban untuk selalu merespons. Sementara itu, hubungan sehat seharusnya memberi ruang untuk kebebasan tanpa rasa terikat yang berlebihan.

Ketika seseorang terus-menerus meminta perhatian penuh, bahkan hingga merasa kesal jika ada waktu untuk orang lain, itu bisa menunjukkan bahwa mereka berusaha mengendalikan seluruh perhatian. Cinta sejati menghargai waktu pribadi dan tidak menginginkan semuanya hanya untuk diri mereka.

Baca juga :
Pendaftar OSN 2026 Tembus 942 Ribu Siswa, Seleksi Diperketat

Mengklaim bahwa hubungan ini takdir adalah cara cepat untuk mempercepat hubungan tanpa memberi waktu untuk saling mengenal. Kata-kata tersebut mungkin terdengar romantis, tetapi bisa jadi hanya alat untuk membuat seseorang merasa terikat lebih cepat.

Tuntutan komitmen yang datang terlalu cepat, seperti membicarakan pernikahan atau hidup bersama dalam waktu singkat, sering kali menjadi sinyal bahwa ada manipulasi yang sedang terjadi. Hubungan yang sehat membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berkembang, bukan dipaksakan dalam waktu singkat.

Jika seseorang marah atau kecewa saat diberi batasan, itu menunjukkan bahwa mereka mencoba untuk mengabaikan kehendak pasangannya demi kepentingan mereka sendiri. Cinta sejati menghormati batasan dan memberi ruang untuk masing-masing pihak.

Kebutuhan yang tak pernah terpuaskan, meski sudah memberi waktu dan perhatian, menjadi tanda bahwa seseorang berusaha untuk terus mengandalkan pasangannya. Ini bisa menciptakan perasaan terpaksa dan terikat dalam hubungan yang tidak sehat.

Pada akhirnya, meski awalnya terasa menggembirakan, hubungan yang terlalu intens bisa menimbulkan kebingungan dan kecemasan. Jika merasa tidak nyaman dengan suatu hubungan, penting untuk mendengarkan perasaan dan intuisi, serta mencari dukungan dari orang lain untuk membantu menilai keadaan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Love Bombing Manipulasi emosional Hubungan Percintaan

Terkini | Senin, 11/05/2026 23:08 WIB

Info Desa

Tingkatkan Literasi Karantina Kepala Desa, Kemendes Bakal Gandeng Barantin

News

MUI Minta Ortu Aktif Awasi Perkembangan Anak di Pesantren

Info Desa

Mendes Harap Rekomendasi Munas Papdesi Sukseskan Program Prioritas Presiden

News

Pendaftaran SMMPTN-Barat 2026 Dibuka, Daya Tampung hingga 20 Ribu

News

AMPC 2026, Dua Atlet Indonesia Bidik Medali Emas

News

Apresiasi Bareskrim, Rudianto Lallo: Bongkar Sindikat Judol Internasional

Warta MPR

Lestari Moerdijat: Masalah Guru Jangan Dipahami Hanya Administratif Semata

News

Wamendagri Sebut 11 OTT Kepala Daerah Jadi Alarm Pemberantasan Korupsi

News

Plt Wali Kota Madiun Bungkam Usai Diperiksa 10 Jam Terkait Kasus Maidi

News

Legislator Golkar: RUU Pemilu Tetap Harus Jadi Inisiatif DPR

News

Komisi X DPR Desak Evaluasi Total PSSI Usai Rentetan Kerusuhan Suporter

News

Kang Dedi Imbau Bobotoh Tak Euforia Berlebih Usai Persib Menang

News

LPSK Sosialisasikan Restitusi untuk Korban Kekerasan di Daycare Yogyakarta

Warta MPR

Akbar Supratman: Evaluasi LCC Empat Pilar 2026 Provinsi Kalimantan Barat

News

KPK Luncurkan Panduan Pendidikan Antikorupsi di Sekolah

News

Ratusan PKL dan Bangunan Ormas di Jati Pinggir Bakal Ditertibkan

News

Nadiem Sebut Pembentukan Tim Shadow Kemendikbudristek Disetujui Presiden

Polisi Bongkar Penadahan Ribuan Sepeda Motor di Jakarta Selatan

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777