https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Peringatan Hari Cokelat Sedunia Setiap 7 Juli, Ini Sejarahnya

Vaza Diva | Selasa, 07/07/2026 02:02 WIB



Bagi para pencinta kuliner manis, tanggal 7 Juli merupakan salah satu hari paling istimewa dalam kalender. Ilustrasi - Hari Cokelat Sedunia, ini sejarahnya (Foto: Pexels/Vie Studio)

 

Jakarta, Jurnas.com - Bagi para pencinta kuliner manis, tanggal 7 Juli merupakan salah satu hari paling istimewa dalam kalender.

Setiap tahunnya, jutaan orang di berbagai belahan dunia merayakan World Chocolate Day atau Hari Cokelat Sedunia.

Baca juga :
Ini Sejarah dan Makna Dibalik Peringatan Hari Memaafkan Sedunia

Perayaan ini bukan sekadar momentum untuk memanjakan lidah dengan berbagai olahan kakao, melainkan sebuah bentuk penghormatan terhadap kekayaan sejarah dan budaya dari salah satu komoditas makanan paling populer di planet bumi.

Meskipun pohon kakao (Theobroma cacao) pertama kali ditemukan dan dikonsumsi oleh peradaban kuno di Amerika Tengah dan Selatan, seperti suku Maya dan Aztek, pilihan tanggal 7 Juli justru merujuk pada benua biru, Eropa.

Baca juga :
Mengapa Hari Pustakawan Indonesia Diperingati Setiap 7 Juli?

Menurut catatan sejarah yang dihimpun dari berbagai sumber, tanggal 7 Juli 1550 diyakini sebagai momen krusial ketika cokelat pertama kali diperkenalkan secara resmi ke daratan Eropa.

Sebelum tahun tersebut, cokelat murni berstatus sebagai komoditas eksklusif yang hanya dinikmati oleh penduduk asli Amerika, sering kali disajikan sebagai minuman pahit yang dicampur dengan rempah-rempah atau digunakan dalam ritual keagamaan.

Baca juga :
7 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Penjelajah Spanyol, Hernan Cortes, disebut-sebut sebagai sosok yang membawa biji kakao ke hadapan Raja Charles V dari Spanyol setelah ia menaklukkan kekaisaran Aztek.

Di Eropa, resep minuman ini kemudian dimodifikasi dengan menambahkan gula, kayu manis, dan vanila untuk menyesuaikan selera masyarakat setempat.

Dengan cepat, cokelat bertransformasi menjadi simbol kemewahan yang hanya bisa dinikmati oleh kaum bangsawan dan keluarga kerajaan. Dunia baru mulai merayakan Hari Cokelat Sedunia secara global pada tahun 2009.

Perayaan ini digagas untuk mengenang evolusi cokelat dari sebuah minuman elite kerajaan hingga menjadi industri global yang bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat saat ini.

Kehadiran Revolusi Industri pada abad ke-18 dan 19 mengubah segalanya. Penemuan mesin pemeras mekanis oleh inovator Belanda, Coenraad van Houten, berhasil memisahkan lemak kakao dari bijinya dan melahirkan bubuk cokelat.

Tak lama setelah itu, perusahaan-perusahaan legendaris mulai memproduksi cokelat batangan (solid chocolate) yang kita kenal sekarang, membuat harganya jauh lebih terjangkau bagi publik.

Di era modern, media internasional kerap menekankan bahwa Hari Cokelat Sedunia juga menjadi momentum penting untuk menyoroti keberlanjutan (sustainability) industri kakao.

Hari ini dimanfaatkan untuk mengampanyekan perdagangan yang adil (fair trade) serta memberikan apresiasi yang tinggi kepada para petani kakao di seluruh dunia.

Sebagian besar pasokan kakao global saat ini berasal dari negara-negara di Afrika Barat, seperti Pantai Gading dan Ghana, serta wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang memegang status sebagai salah satu produsen kakao terbesar di dunia.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Cokelat Sedunia 7 Juli Peringatan Dunia Bulan Juli

Terkini | Senin, 19/10/2026 18:42 WIB

News

Pelni Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026

News

Sahroni Desak Polisi Usut Sumber Bahan Baku Pabrik Tramadol di Bandung

News

Dari Tiongkok, Mentrans Dorong RI Kuasai Teknologi Sampah Jadi Energi

News

Jasa Raharja Jamin Seluruh Korban Kecelakaan Hiace vs Truk di Tol Kertosono

News

Perkuat Perlindungan Anak, UU Anti-Perundungan Perlu Dikaji

News

Legislator Desak Pemerintah Percepat Penanganan Karhutla Kalimantan

News

KPK Diminta Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Eks Gubernur Sultra

News

Krisis Dana Pangkas Bantuan Pangan Gaza, 500.000 Warga Hilang Akses Makanan

News

Nigeria Hadapi Beban TBC Tinggi, Stigma dan Pengungsian Persulit Pengobatan

News

Legislator PKB: Potongan Ojol 8 Persen Belum Dongkrak Pendapatan Driver

News

Respons Menko Polkam soal Status Bencana Nasional Karhutla-Bantuan Asing

News

Pemadaman Karhutla Kalteng Diperkuat, Puluhan Kali Water Bombing Dikerahkan

News

Kemenag: Kesempatan Santri Kuliah ke Luar Negeri Terbuka Lebar

News

Asap Karhutla Meluas, Kemenkes Siapkan Masker, Oksigen, dan Obat-obatan

News

MAKI Desak KPK Jemput Paksa Nusron Wahid Saat Tiba di Indonesia

News

BMKG Evaluasi Penyemaian Dry Ice Usai Video Es Rusak Atap Rumah Viral

News

Menlu Iran Tuduh Netanyahu Dorong AS Perang Lagi demi Hindari Penjara

Humanika

Disorot Soal Larangan Hijab, Ini 7 Fakta Menarik Negara Azerbaijan

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777