Menko PM Muhaimin memberi sambutan pada kegiatan Satu Tahun Perjalanan Program Sekolah Rakyat yang digelar di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Rabu (Foto: Ist/Kemenko PM)
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar mendorong agar para lulusan Sekolah Rakyat menjadi agen pemberdayaan.
Menko PM Muhamin mengatakan bahwa lulusan Sekolah Rakyat harus memiliki peran lebih besar dari sekadar menyelesaikan pendidikan. Ia menekankan program ini diharapkan dapat mencetak generasi yang mampu memutus rantai kemiskinan.
“Lulusan Sekolah Rakyat harus menjadi agen pemberdayaan,” katanya saat memberi sambutan pada kegiatan bertema "Satu Tahun Perjalanan Program Sekolah Rakyat" yang digelar di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Rabu (29/4).
"Di mana siswa yang berbakat akan terus diberi akses yang memadai. Siswa yang memiliki kapasitas untuk menjadi ilmuwan juga tersalurkan dengan baik, karena yang mengambil profesi-profesi tertentu juga disiapkan dengan sempurna," dia menambhakan.
Menko Muhamin mengatakan bahwa program yang menjadi inisiatif langsung Presiden Prabowo Subinato ini telah menunjukkan capaian luar biasa dengan menjangkau belasan ribu siswa dari keluarga prasejahtera di seluruh penjuru Indonesia.
Hingga saat ini, lanjutnya, tercatat sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi di 34 provinsi dengan total 14.936 siswa dari keluarga miskin yang telah menikmati fasilitas pendidikan tersebut.
"Sekolah Rakyat harus menjadi game changer yang terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Lebih jauh, Menko PM Muhamin memastikan lulusan Sekolah Rakyat tidak berhenti pada ijazah. Mereka diarahkan untuk terhubung langsung dengan dunia kerja, pendidikan tinggi, maupun kewirausahaan sesuai minat dan talenta.
Menurutnya, model ini mulai diterapkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi seperti Universitas Surabaya.
“Sehingga menyambungkan lulusan Sekolah Rakyat dengan meningkatkan kualitas dan profesionalitas menuju masa depan agar terhubung langsung dengan pasar kerja, dunia usaha, serta profesi-profesi yang strategis,” kata Menko Muhaimin.
Selain itu, lanjutnya, Sekolah Rakyat juga membuka ruang kolaborasi dengan organisasi keagamaan, lembaga filantropi, dan komunitas sosial. Ia mendorong keterlibatan luas agar program ini berkembang menjadi gerakan bersama dalam pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan.
"Sekolah Rakyat menjadi salah satu pintu utama dari pemberdayaan yang bisa menjadi inspirasi kita untuk melibatkan semua pihak sehingga berdampak luas dan melibatkan semua pihak," ujar Menko Muhaimin.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh institusi pendidikan di Indonesia dapat mengadopsi paradigma pemberdayaan agar para lulusannya memiliki kualitas profesionalitas yang mampu terhubung langsung dengan pasar kerja, dunia usaha, hingga profesi-profesi strategis.
"Agar seluruh sistem pendidikan di tanah air kita benar-benar mempertimbangkan paradigma pemberdayaan di dalam lulusan-lulusan sistem pendidikan juga," ujarnya.
Rabu, 29/04/2026 15:57 WIB
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB