https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Gunakan Kondom dalam Penelitian, Ilmuwan Temukan Fungsi Unik Menara Cicada

Agus Mughni | Selasa, 28/04/2026 10:05 WIB



Penelitian di hutan hujan Amazon mengungkap penggunaan kondom sebagai alat eksperimen membantu ilmuwan memahami fungsi menara tanah yang dibangun nimpa cicada Penggunaan kondom sebagai alat eksperimen membantu ilmuwan memahami fungsi menara tanah yang dibangun oleh nimfa cicada (Foto: Earth)

Jakarta, Jurnas.com - Sebuah penelitian di hutan hujan Amazon mengungkap temuan unik, penggunaan kondom sebagai alat eksperimen justru membantu ilmuwan memahami fungsi menara tanah yang dibangun oleh nimfa cicada.

Struktur ini kini diyakini berperan penting dalam melindungi serangga dari predator sekaligus mengatur sirkulasi udara selama fase akhir perkembangan mereka.

Dikutip dari Earth, temuan ini menjawab misteri lama tentang fungsi menara tersebut, sekaligus mengubah cara pandang ilmuwan terhadapnya—dari sekadar struktur tanah menjadi bagian penting dari mekanisme bertahan hidup cicada.

Baca juga :
Perubahan Iklim Picu Hilangnya Beragam Jenis Pohon di Amazon

Di sekitar Manaus, para peneliti menemukan menara kecil dari tanah liat yang dibangun oleh nimfa cicada spesies Guyalna chlorogena. Struktur ini menandai tahap akhir kehidupan mereka di bawah tanah sebelum berubah menjadi dewasa.

Tim peneliti yang bekerja melalui program pelatihan Serrapilheira Institute mengamati bahwa menara tersebut memengaruhi kondisi lingkungan di sekitar serangga, termasuk cara mereka merespons perubahan sirkulasi udara.

Baca juga :
Brasil Minta Dunia Berinvestasi untuk Penyelamatan Amazon

Dalam uji coba, peneliti meletakkan umpan di atas menara dan di tanah sekitarnya untuk mengamati aktivitas semut. Hasilnya cukup mencolok.

Ada delapan kali lebih sedikit semut di atas menara dibandingkan di tanah,” tulis Marina Méga, mahasiswa doktoral ekologi dari Federal University of Rio de Janeiro.

Baca juga :
Pemerintah Brasil Klaim Deforestasi Amazon Turun Sepertiga

Hal ini menunjukkan bahwa ketinggian menara memberi keuntungan penting bagi cicada, terutama saat mereka sedang dalam fase metamorfosis dan tidak bisa kembali bersembunyi ke dalam tanah.

Untuk menguji fungsi pernapasan, para peneliti menggunakan metode unik: mereka menutup menara dengan kondom lateks dan menyegelnya dengan plastik. Tujuannya adalah menghentikan aliran udara segar ke dalam struktur tanah tersebut.

Hasilnya, nimfa cicada mengalami tekanan pernapasan. Ketika menara dibuka kembali keesokan harinya, serangga menunjukkan respons berbeda dalam membangun ulang strukturnya.

Pendekatan ini penting karena penelitian sebelumnya hanya mengamati menara tanpa benar-benar menguji apa yang terjadi jika fungsinya terganggu.

Penelitian juga menemukan bahwa ukuran menara memengaruhi kemampuan bertahan. Menara yang lebih besar pulih lebih cepat setelah gangguan aliran udara, sementara yang kecil menunjukkan pemulihan lebih lambat.

Hal ini menunjukkan bahwa ruang internal yang lebih besar membantu menahan kondisi udara yang buruk, memberikan perlindungan tambahan bagi nimfa.

Para peneliti kemudian memperkenalkan konsep bahwa menara ini merupakan bagian dari extended phenotype, yakni sifat biologis yang diwujudkan melalui sesuatu yang dibangun di luar tubuh organisme.

Dengan kata lain, cicada tidak hanya membuat struktur, tetapi menciptakan alat yang berfungsi layaknya perpanjangan tubuhnya sendiri untuk bertahan hidup.

Menjelang menjadi dewasa, nimfa cicada harus keluar dari tanah dan memanjat. Pada fase ini, mereka sangat rentan terhadap serangan predator seperti semut.

Menara tanah membantu mengurangi risiko tersebut dengan mengangkat posisi serangga dari permukaan tanah, tempat predator lebih banyak ditemukan.

Penelitian ini dilakukan di tengah keterbatasan peralatan di hutan Amazon. Kondisi lapangan yang menantang justru mendorong peneliti menggunakan metode sederhana namun efektif.

Penggunaan sekitar 40 kondom dalam eksperimen menjadi contoh bagaimana pendekatan kreatif dapat menghasilkan temuan ilmiah penting.

Meski begitu, beberapa pertanyaan masih belum terjawab. Misalnya, mengapa ukuran menara sangat bervariasi, bahkan ada yang mencapai sekitar 45 cm.

Faktor seperti kondisi tanah, kelembapan, atau kemampuan individu cicada masih perlu diteliti lebih lanjut.

Penelitian ini memberikan gambaran baru tentang bagaimana serangga kecil seperti cicada dapat “merekayasa” lingkungannya demi bertahan hidup. Menara tanah yang sebelumnya dianggap misterius kini dipahami sebagai bagian penting dari strategi evolusi mereka. (*)

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Biotropica. Sumber: Earth

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Pengunaan Kondom Hutan Amazon Menara Cicada Nimpa Cicada

Terkini | Selasa, 28/04/2026 11:57 WIB

News

Buntut Insiden Bekasi Timur, DPR Bakal Panggil Kemenhub, KAI dan KNKT

News

Prabowo Siapkan Rp4 Triliun Benahi Lintasan Kereta Api dan Bangun Fly Over

News

AS Tambah Dakwaan Pelaku Penembakan di Gedung Putih

News

Tragedi Kereta Bekasi, BPKN RI Sebut Sistem PT KAI Perlu Dievaluasi Total

News

DPR Segera Panggil Mendikdasmen, Evaluasi Standar Pendidikan Daycare

News

Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Ini Kata Pengamat Transportasi

News

Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: 14 Meninggal Dunia, 84 Luka-luka

Gaya Hidup

Gunakan Kondom dalam Penelitian, Ilmuwan Temukan Fungsi Unik Menara Cicada

News

Komisi V Minta Pemerintah Tuntaskan Darurat Perlintasan Sebidang Kereta Api

News

Insiden Maut Kereta di Bekasi, Legislator Minta Evaluasi Sistem Keselamatan

News

Pimpinan DPR Minta Investigasi Total Tabrakan Kereta Bekasi Timur

Gaya Hidup

Tanaman Invasif Ini Bikin Nyamuk Tumbuh Lebih Cepat dan Hidup Lebih Lama

Humanika

Ikhtiar hingga Doa agar Jemaah Haji Tidak Tersesat di Tanah Suci

News

KA Argo Bromo Tabrak KRL, KAI Batalkan 13 Perjalanan Kereta Jarak Jauh

News

KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Korban Meninggal 7 Orang

News

Sepekan Operasional Haji 2026, 34.657 Jemaah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Humanika

Ini Doa agar Selamat dan Tenang Selama Perjalanan Jauh

Humanika

Peringatan Hari Puisi Nasional Setiap 28 April, Ini Sejarah dan Tujuannya

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777