https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

China Tangguhkan Izin Taksi Otonom pasca Insiden Mogok Massal

Mutiul Alim | Rabu, 29/04/2026 13:30 WIB



Pemerintah China menangguhkan penerbitan izin baru untuk kendaraan otonom (autonomous vehicles), menyusul insiden mogok massal di Wuhan akhir bulan lalu. Ilustrasi taksi otonom di jalanan China (Foto: Reuters)

Beijing, Jurnas.com - Pemerintah China menangguhkan penerbitan izin baru untuk kendaraan otonom (autonomous vehicles). Langkah ini diambil setelah puluhan unit robotaxi milik Apollo Go (Baidu) tiba-tiba berhenti beroperasi di tengah jalan di Wuhan pada Maret lalu, yang menyebabkan penumpang terlantar dan lalu lintas lumpuh.

Insiden tersebut memicu alarm bagi otoritas keamanan. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi bersama dua lembaga lainnya telah mengadakan pertemuan darurat pada awal April dengan pejabat kota yang menjalankan proyek percontohan kemudi otomatis.

Regulator kini memerintahkan pemerintah daerah untuk melakukan peninjauan mandiri secara penuh dan memperketat pemantauan keselamatan, sebagaimana dikutip dari Bloomberg pada Rabu (29/4).

Penangguhan izin ini mencegah perusahaan kemudi otomatis untuk menambah armada baru, memulai proyek pengujian, atau berekspansi ke kota-kota lain. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai durasi penghentian sementara tersebut.

Kondisi ini menjadi hambatan serius bagi industri yang diproyeksikan bernilai 83,1 miliar yuan pada 2030 menurut analisis Soochow Securities. Perusahaan-perusahaan China saat ini sedang bersaing ketat dengan rival asal AS, seperti Waymo milik Alphabet, untuk memimpin pasar global.

Sebelumnya, lebih dari 100 robotaxi Apollo Go macet di jalanan kota pada 31 Maret. Kepolisian setempat menduga adanya gangguan sistem, meski pihak Baidu belum memberikan komentar resmi. Akhirnya, operasi robotaxi Baidu di Wuhan ditangguhkan selama investigasi berlangsung.

Pemerintah Beijing kini juga tengah berupaya menyeimbangkan antara kekhawatiran keselamatan serta sentimen negatif publik mengenai hilangnya lapangan kerja akibat AI, dengan keinginan untuk memajukan teknologi dalam negeri guna menandingi AS.

Lisensi yang ditangguhkan secara khusus berkaitan dengan kendaraan otonom level 4, di mana sistem memiliki kendali penuh tanpa perlu intervensi manusia.

Kejadian serupa pernah terjadi pada akhir 2024, ketika warga Wuhan memprotes kehadiran robotaxi karena takut pengemudi taksi kehilangan pekerjaan, yang membuat regulator membekukan izin selama beberapa bulan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kendaraan Otonom Taksi Otonom Izin Taksi China

Terkini | Rabu, 29/04/2026 16:19 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777