Menko PM A. Muhaimin Iskandar memberi sambutan dalam kegiatan bertema Satu Tahun Perjalanan Program Sekolah Rakyat: Capaian Strategis dan Sinergi Keberlanjutan yang digelar di Kemenko PM, Jakarta, Rabu (Foto: Ist/Jurnas.com)
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah kian menunjukkan beberapa pencapaian.
Hal tersebut disampaikan Menko PM Muhaimin saat memberi sambutan dalam kegiatan bertema "Satu Tahun Perjalanan Program Sekolah Rakyat: Capaian Strategis dan Sinergi Keberlanjutan" yang digelar di Kemenko PM, Jakarta, pada Rabu (29/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Menko PM Muhaimin menegaskan bahwa dalam waktu kurang dari satu tahun, program ini telah berkembang pesat dan mulai menjadi tulang punggung strategi nasional dalam penanggulangan kemiskinan berbasis pendidikan.
"Sekolah Rakyat telah berjalan hampir satu tahun dan mencetak prestasi-prestasi yang luar biasa sehingga sekolah-sekolah rakyat ini bisa menjadi harapan dari bagian utama penanggulangan kemiskinan di negara kita," ujar Menko Muhaimin.
Menurutnya, Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek pendidikan alternatif, melainkan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subainto untuk memutus rantai kemiskinan secara cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Menko Muhaimin mengatakan bahwa program ini juga diperkuat melalui payung hukum Perpres 120 Tahun 2025 yang menempatkannya sebagai elemen strategis dalam perlindungan kesejahteraan masyarakat.
"Tentu yang menjadi kewajiban dasar adalah agar arah dan tata sekolahnya benar-benar konsisten dan terus-menerus mengikuti kebutuhan dan perkembangan," dia menambahkan.
Di balik implementasinya, kata Menko Muhaimin, Sekolah Rakyat menjadi contoh konkret dari kebijakan efisiensi anggaran negara. Pemerintah memastikan setiap rupiah dari APBN benar-benar menyasar masyarakat yang paling membutuhkan, khususnya keluarga miskin ekstrem.
“Pendidikan bukan hanya prioritas, tapi alat utama untuk mengatasi kemiskinan melalui ekosistem terpadu,” katanya.
Pendekatan ini dinilai tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga keluarga mereka. Ketika anak mendapatkan akses pendidikan berkualitas, orang tua ikut terdorong masuk dalam ekosistem pemberdayaan ekonomi, menciptakan efek berantai yang mempercepat pengentasan kemiskinan.
Disebutkan, Sekolah Rakyat kini telah hadir di 34 provinsi dengan total 166 sekolah dan menjangkau sekitar 14.936 siswa dari keluarga miskin. Mereka mendapatkan fasilitas pendidikan yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan yang lebih luas.
Meski mencatat kemajuan signifikan, Menko Muhaimin mengakui masih ada tantangan dalam hal konsistensi, kualitas, dan pengembangan berkelanjutan. Namun, ia optimistis program ini akan terus berkembang dan menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan kemiskinan di Indonesia.
"Kita yakin Sekolah Rakyat adalah solusi Indonesia mengatasi kemiskinan dengan berdaya," ujarnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Menko PM A. Muhaimin Iskandar Sekolah Rakyat Penanggulangan Kemiskinan
























