https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

5 Peristiwa Bersejarah di Bulan Zulkaidah, Termasuk Persiapan Haji Wada

Agus Mughni | Senin, 27/04/2026 15:05 WIB



Lebih dari sekadar larangan perang, Zulkaidah adalah bulan yang menyimpan jejak sejarah besar Islam Ilustrasi ibadah haji (Foto: abarenumpang/Lmprogress)

Jakarta, Jurnas.com - Bulan Dzulqa’dah atau Zulkaidah, bulan ke-11 dalam kalender Hijriah memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Bulan menjelang Idul Adha ini termasuk dalam asyhurul hurum, yakni empat bulan suci yang dimuliakan, bersama Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Dalam bulan-bulan ini, syariat Islam mengharamkan peperangan serta mengangkat senjata, menjadi simbol bahwa syariat Islam sangat menjunjung tinggi kedamaian, perenungan, dan ibadah.

Secara etimologis, bulan kesebelas dalam kalender Hijriah ini berasal dari dua kata dalam bahasa Arab: “Dzu” yang berarti “pemilik” dan “Qa’dah”  berasal dari akar kata Arab qu’ud yang berarti "duduk", atau “tempat duduk” atau "tempat yang diduduki".

Baca juga :
Berbagai Peristiwa Bersejarah Tanggal 26 April dari Masa ke Masa

Kata tersebut menandakan saat masyarakat Arab zaman dahulu berhenti dari segala aktivitas peperangan. Bulan Zulkaidah menjadi momen sakral untuk merenungi nilai-nilai keislaman, meningkatkan ibadah, dan menghindari perbuatan dosa. 

Lebih dari sekadar larangan perang, Zulkaidah adalah bulan yang menyimpan jejak sejarah besar Islam, berikut ini adalah tujuh peristiwa penting yang menggambarkan betapa istimewanya bulan ini, yang dikutip dari berbagai sumber.

Baca juga :
Kisah Uwais Al-Qarni, Gendong Ibu dari Yaman ke Mekkah Demi Haji

1. Perjanjian Hudaibiyah

Terjadi pada tahun ke-6 Hijriah, Perjanjian Hudaibiyah menjadi langkah diplomatik strategis Nabi Muhammad SAW bersama 1.400 sahabat yang berniat melakukan umrah, namun dihalangi oleh Quraisy Mekkah. Meski menuai kekecewaan awal di kalangan sahabat, perjanjian damai ini terbukti menjadi pintu gerbang kemenangan, hingga dua tahun kemudian berujung pada Fathu Makkah (Pembebasan Mekkah).

2. Umrah Rasulullah Bulan Zulkaidah

Berdasarkan riwayat sahih dari Imam Bukhari, Rasulullah SAW melakukan empat kali umrah, semuanya terjadi pada bulan Zulkaidah. Ini mencerminkan posisi Zulkaidah sebagai bulan ibadah persiapan menuju haji, di antaranya: Umrah Hudaibiyah; Umrah tahun berikutnya; Umrah Ji’ranah; Umrah bersama haji (haji wada).

Baca juga :
Daftar Ulama yang Wafat di Bulan Syawal, Siapa Saja?

3. Permulaan Haji Wada’

Rasulullah SAW memulai perjalanan haji perpisahan atau haji wada` dari Madinah pada bulan Zulkaidah tahun ke-10 Hijriah. Wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah disertai khutbah monumental. Beberapa bulan setelah haji ini, Rasulullah SAW wafat.

Dikutip dari laman Nahdlatul Ulama, peristiwa Haji Wada’ ini ditulis oleh para sejarawan dengan begitu detail dalam catatan-catatan sejarah mereka. Mulai dari Nabi mempersiapkan keberangkatan, manasik per manasik, sampai kembali lagi ke Madinah.

Nabi memasuki kota Makkah pada 4 Dzulqa’dah tahun 10 Hijriah. Dalam catatan sebagian sejarah, Rasulullah SAW sangat menikmati proses ibadah tersebut meski waktu tempuhnya cukup panjang. Mengingat ini adalah momen haji pertama sekaligus terakhir baginya. (Ibnul Atsir, Al-Kâmil fit Târîkh, 2010: juz 2, h. 170).

Momen Haji Wada’ ini juga menunjukkan animo manusia untuk memeluk agama Islam begitu besar. Syekh Mushtafa as-Siba’i dalam As-Sîrah an-Nabawiyah Durus wa ‘Ibar mencatat sebanyak 114.00 umat Muslim dari Jazirah Arab dan sekitarnya turut serta menunaikan rukun Islam yang kelima itu. Ada juga yang melaporkan bahwa jumlah jamaah haji pada kesempatan tersebut ialah sebanyak 124.000 atau 140.000.

4. Perang Bani Quraizhah

Satu hari setelah Perang Khandaq, Malaikat Jibril memerintahkan Rasulullah untuk menyerbu Bani Quraizhah. Pengepungan berlangsung selama 25 hari di bulan Zulkaidah tahun ke-5 Hijriah. Perang ini menjadi pelajaran penting tentang keadilan, strategi, dan ketegasan hukum Islam terhadap pengkhianatan dalam masa krisis.

5. Pembicaraan Allah dengan Nabi Musa

Menurut Tafsir Ibnu Katsir dan sejumlah mufasir besar seperti Mujahid dan Masruq, peristiwa Nabi Musa berbicara langsung dengan Allah SWT di Bukit Thursina, saat menerima Taurat, juga terjadi pada bulan Zulkaidah. Ini mempertegas posisi bulan ini dalam sejarah wahyu kenabian. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Peristiwa Bersejarah Bulan Zulkaidah Sejarah Islam

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777