https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Parlemen Klaim Kemenangan Iran, Sebut Gencatan Senjata Strategi

Mutiul Alim | Minggu, 19/04/2026 12:40 WIB



Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa Iran telah keluar sebagai pemenang selama pekan-pekan peperangan melawan Amerika Serikat. Bendera Iran terlihat berkibar di atas jalan di Teheran, Iran, 3 Februari 2023. Foto via Reuters

Teheran, Jurnas.com - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa Iran telah keluar sebagai pemenang selama pekan-pekan peperangan melawan Amerika Serikat (AS).

Dalam pidato nasional televisi pada Sabtu (18/4), dia menekankan bahwa Teheran hanya menyetujui gencatan senjata sementara, karena tuntutan-tuntutannya telah dipenuhi.

Gencatan senjata selama dua minggu tersebut dijadwalkan akan berakhir pada 22 April mendatang, kecuali ada pembaruan kesepakatan. Hingga saat ini, para mediator, termasuk Pakistan, terus berupaya mendorong tercapainya kesepakatan permanen, meski kemajuan pada poin-poin krusial masih belum menemui kepastian.

Baca juga :
Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Timur Tengah Terus Memanas

"Kita menang di lapangan," kata Ghalibaf dikutip dari AFP pada Minggu (19/4). Dia menilai AS gagal mencapai tujuan-tujuannya, sementara Iran tetap memegang kendali atas rute transit maritim strategis di Selat Hormuz.

Menurut Ghalibaf, persetujuan terhadap gencatan senjata bukanlah bentuk penyerahan diri, melainkan bagian dari strategi diplomasi.

Baca juga :
PM Malaysia Siap Potong Gaji Menteri jika Krisis Timteng Berlanjut

"Jika kami menerima gencatan senjata, itu karena mereka menerima tuntutan kami. Penting bagi kami untuk mencatatkan hak-hak kami, sehingga dalam hal ini, negosiasi adalah sebuah metode perjuangan," ujar dia.

Meski mengklaim adanya kemajuan dalam pembicaraan dengan AS untuk mengakhiri perang, Ghalibaf mengakui bahwa kedua belah pihak masih jauh dari kesepakatan final.

Baca juga :
Iran Tawarkan Pembukaan Jalur Alternatif di Selat Hormuz, Ini Syaratnya

"Masih banyak celah dan beberapa poin mendasar yang masih mengganjal," dia menambahkan.

Sebelumnya pada 11 April, Ghalibaf dan delegasinya telah melakukan pertemuan tertutup di Islamabad dengan Wakil Presiden AS, J.D. Vance. Pertemuan tersebut mencatatkan sejarah sebagai kontak tingkat tertinggi antara Iran dan AS sejak sebelum Revolusi Islam 1979.

Namun, hingga kini pejabat terkait mensinyalir bahwa mediasi masih terus berlanjut tanpa hasil akhir yang konkret. Wakil Menteri Luar Negeri Iran bahkan menyatakan belum ada tanggal pasti yang ditetapkan untuk putaran pembicaraan baru berikutnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perang AS vs Iran Konflik Timur Tengah Mohammad Bagher Ghalibaf

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777