https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kemenhut Diminta Turun Tangan Atasi Penambangan Liar di Banten

Samrut Lellolsima | Rabu, 15/04/2026 14:47 WIB



Saya beberapa kali ke sana, sangat minim sekali fasilitasnya dan anggarannya. Saya berharap karena di sana juga sebagai penyangga paru-paru dunia. Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi NasDem, Arif Rahman. (Foto: Fraksi NasDem)

Jakarta, Jurnas.com - Maraknya aktivitas pertambangan liar di Provinsi Banten, khususnya di wilayah Lebak, disorot Anggota Komisi IV DPR RI, Fraksi Nasdem Arif Rahman.

Menurut dia, aktivitas pertambangan liar di Banten sudah sangat mengkhawatirkan.

Baca juga :
Habiburokhman Apresiasi Gerak Cepat BEM UI Respons Kasus Kekerasan Seksual

“Pertambangan liar di daerah kami di Banten, terutama di Lebak ini sangat luar biasa, terutama tambang-tambang emas liar,” ujar Arif saat Rapat Kerja dengan Kementerian Kehutanan, di Komplek!Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/4).

Dia mengungkapkan, luas lahan yang terdampak aktivitas tambang ilegal diperkirakan mencapai ratusan ribu hektare. Kondisi ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, khususnya Kementerian Kehutanan.

Baca juga :
Kenaikan Tarif Pesawat Jangan Sampai Membebani Masyarakat

“Sudah diprediksi hampir mencapai 200 ribu hektare lahan-lahan di Banten ini sudah banyak digunakan oleh tambang-tambang liar. Saya mohon perhatian dari pihak kementerian supaya bagaimana tambang-tambang liar itu bisa dihentikan,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, Legislator NasDem dari Dapil Banten I (Pandeglang - Lebak) itu juga menyoroti kondisi Taman Nasional Ujung Kulon yang masih kekurangan fasilitas dan dukungan anggaran, meskipun memiliki peran strategis dalam konservasi lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Baca juga :
DPR Minta UI Utamakan Perlindungan Korban dalam Dugaan Pelecehan Seksual

“Saya beberapa kali ke sana, sangat minim sekali fasilitasnya dan anggarannya. Saya berharap karena di sana juga sebagai penyangga paru-paru dunia,” kata Arif.

Lebih jauh, Arif juga menekankan pentingnya perlindungan satwa langka yang menjadi ikon kawasan tersebut, khususnya badak yang hanya dapat ditemukan di Ujung Kulon.

“Dan juga ada salah satu badak itu yang harus di Ujung Kulon itu harus diperhatikan menurut saya,” pungkasnya.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi IV Arif Rahman penambahan liar Banten Kementerian Kehutanan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777