Pekerja manufaktur di Amerika Serikat (Foto: Industry Today)
New York, Jurnas.com - Seorang wiraswasta Amerika Serikat, Matt Arnold baru saja menghabiskan US$5.000 untuk memasang iklan pencari kerja, untuk menjalankan lima pabrik trailernya di Pennsylvania hingga Utah, AS.
"Kami menyewa dua iklan," kata Arnold dikutip dari Reuters pada Jumat (2/4).
Jumlah itu, lanjut Matt, hanyalah sebagian kecil dari 125 pekerja yang dia butuhkan untuk mengisi kuota 673 pekerja.
Separuh pekerjaan pengelasan di pabriknya di Texas kini terkenda kekurangan pekerja dalam operasi pembuatan trailer di atas rangka logam.
Sebagaimana diketahui, industri AS sudah lama mengeluhkan kekurangan tenaga kerja. Terutama pandemi Covid-18 setahun terakhir membuat pabrikan kian frustrasi.
Di saat pandemi mendorong jutaan orang kehilangan pekerjaan, sebagian besar industri jasa seperti hotel dan restoran, serta pabrik manufaktur malah kelabakan menghadapi lonjakan permintaan, mulai dari truk pickup hingga kantong plastik.
Tingkat pengangguran yang tinggi di AS, tak diiringi dengan masifnya tenaga kerja yang berbondong-bondong melamar di sektor perakitan.
Hari ini (2/4), Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan 916.000 pekerjaan tersedia bulan lalu, angka terbesar sejak Agustus tahun lalu, termasuk 53.000 posisi manufaktur.
Pekerjaan manufaktur mengalami pukulan yang jauh lebih parah dari pada pekerjaan sektor jasa lainnya pada musim semi lalu. Pasalnya Covid-19 membuat ekonomi terhenti secara serentak.
Diperkirakan, satu dari 10 pekerjaan pabrik ditiadakan guna mencegah penyebaran Covid-19. Secara keseluruhan, terdapat 8,4 juta posisi pekerjaan kosong sejak Februari 2020.
Sementara indikator lain menunjukkan pasar tenaga kerja berlasngung ketat di pabrik-pabrik. Awal pekan ini, Institute for Supply Management mengungkapkan indeks aktivitas pabrik nasional melonjak ke angka tertinggi dalam 37 tahun pada Maret lalu, dengan ukuran pekerjaan manufaktur naik ke level tertinggi sejak Februari 2018.
Salah satu perusahaan logam fabrikasi yang dikutip dalam laporan tersebut mengatakan, "Kurangnya mesin yang berkualitas dan bakat bengkel fabrikasi" telah membuat sulit untuk memenuhi permintaan."
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pengangguran Defisit Tenaga Kerja Industri AS Amerika Serikat





















