Vaksin Covid-19 AstraZeneca (Foto: Reuters)
Jakarta, Jurnas.com - Kepala Uni Eropa (UE), Ursula von der Leyen mengancam akan menghentikan ekspor vaksin COVID-19 AstraZeneca jika blok tersebut tidak menerima pengiriman yang dijanjikan terlebih dahulu, meningkatkan perselisihan yang telah memicu ketegangan internasional.
"Kami memiliki opsi untuk melarang ekspor yang direncanakan. Itulah pesan untuk AstraZeneca: Anda memenuhi kontrak Anda dengan Eropa terlebih dahulu sebelum mulai mengirim ke negara lain," kata von der Leyen kepada grup media Funke Jerman pada Sabtu (20/3).
Peringatan itu muncul ketika UE sedang berjuang untuk mempercepat kampanye inokulasi COVID-19, sama seperti banyak negara anggota menghadapi gelombang virus korona ketiga dan pembatasan baru pada kehidupan publik.
Von der Leyen mengatakan raksasa farmasi Anglo-Swedia AstraZeneca hanya mengirimkan 30 persen dari 90 juta dosis vaksin yang dijanjikan untuk kuartal pertama tahun ini.
Perusahaan menyalahkan penundaan produksi di pabrik UE-nya, tetapi para pejabat Eropa sangat marah karena AstraZeneca dapat memenuhi kontraknya di Inggris sementara gagal di benua itu.
Presiden Komisi Eropa von der Leyen pada Rabu mengancam akan meminta kekuatan darurat untuk memblokir ekspor vaksin COVID-19 Eropa untuk memastikan "timbal balik" dengan pemasok lain.
Dalam wawancara dengan surat kabar Jerman, von der Leyen menegaskan kembali bahwa kontrak UE dengan AstraZeneca menyatakan bahwa vaksin yang ditujukan untuk blok tersebut akan diproduksi di pabrik UE dan Inggris.
"Tapi kami belum menerima apa pun dari Inggris, meskipun kami mengirimkannya kepada mereka," katanya, seraya menambahkan bahwa Komisi Eropa telah mengirim "surat resmi" kepada perusahaan untuk mengajukan keluhan.
Produsen yang berbasis di UE telah mengirimkan 41 juta dosis vaksin ke 33 negara sejak awal Februari, kata von der Leyen, menjadikan blok itu salah satu wilayah ekspor terbesar di dunia untuk vaksin COVID-19.
"Saya tidak dapat menjelaskan kepada warga Eropa mengapa kami mengekspor jutaan dosis vaksin ke negara-negara yang memproduksi vaksin itu sendiri dan tidak mengirimkan apa pun kepada kami," kata von der Leyen.
Dia mengatakan komisi telah mengirimkan "pengingat resmi" kepada AstraZeneca mengenai masalah ini. (Aljazeera)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Vaksin COVID-19 AstraZeneca Uni Eropa




























