Kamis, 07/05/2026 00:20 WIB

Ratusan Eks Diplomat hingga Menteri Desak Uni Eropa Lawan Israel





Lebih dari 400 mantan diplomat, menteri, dan pejabat senior pada hari Rabu mendesak Uni Eropa segera bertindak melawan pembangunan pemukiman ilegal Israel

Pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat, Palestina (Foto: AFP)

Paris, Jurnas.com - Lebih dari 400 mantan diplomat, menteri, dan pejabat senior pada hari Rabu mendesak Uni Eropa segera bertindak melawan pembangunan pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat, Palestina.

Surat terbuka tersebut muncul di tengah rencana Israel untuk melanjutkan proyek konstruksi E1, sebuah skema pembangunan baru yang mencakup area seluas 12 kilometer persegi dengan sekitar 3.400 unit rumah.

Dikutip dari AFP pada Rabu (6/5), langkah ini dikhawatirkan akan semakin memisahkan Yerusalem Timur yang dihuni mayoritas warga Palestina dari wilayah Tepi Barat lainnya.

"Uni Eropa dan negara-negara anggotanya, bersama dengan para mitra, harus mengambil tindakan segera untuk mencegah Israel memajukan aneksasi ilegal atas tanah Palestina di Tepi Barat,” demikian bunyi surat pernyataan tersebut.

Surat ini ditandatangani oleh lebih dari 440 tokoh, termasuk mantan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell dan mantan perdana menteri Belgia Guy Verhofstadt.

Para pembuat petisi juga menyerukan adanya sanksi yang ditargetkan, seperti larangan visa dan pembatasan bisnis bagi siapapun yang terlibat dalam aktivitas pemukiman ilegal, terutama mereka yang mempromosikan atau mengimplementasikan skema E1.

Dalam surat diungkapkan bahwa pemerintah Israel berencana untuk mempublikasikan tender awal pada 1 Juni mendatang, untuk pembangunan perumahan bagi hingga 15.000 pemukim ilegal.

Rencana ini telah menuai kecaman luas dari para pemimpin internasional, bahkan juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan bahwa proyek tersebut akan menimbulkan ancaman eksistensial terhadap pembentukan negara Palestina yang berdaulat secara geografis.

Saat ini, di luar Yerusalem Timur, terdapat lebih dari 500.000 warga Israel yang tinggal di pemukiman ilegal menurut hukum internasional di antara sekitar tiga juta warga Palestina. Berdasarkan laporan PBB, ekspansi pemukiman Israel pada tahun 2025 telah mencapai level tertinggi sejak tahun 2017.

Para pejabat Palestina dan PBB juga mencatat adanya lonjakan serangan mematikan oleh pemukim Israel di Tepi Barat sejak dimulainya perang Iran pada 28 Februari lalu, yang semakin memperkeruh situasi di wilayah yang telah diduduki Israel sejak tahun 1967 tersebut.

KEYWORD :

Pemukiman Ilegal Tepi Barat Palestina Uni Eropa




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :