Selasa, 04/08/2026 20:38 WIB

Kapal Migran Terbakar di Selat Inggris, 157 Orang Berhasil Diselamatkan





Tim pencarian dan penyelamatan Prancis, Penjaga Pantai Inggris, serta Royal National Lifeboat Institution (RNLI) dikerahkan untuk menangani keadaan darurat itu

Sebuah kapal karet yang mengangkut hampir 160 migran terbakar saat berupaya menyeberangi Selat Inggris menuju Inggris (Foto: Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Sebuah kapal karet yang mengangkut hampir 160 migran terbakar saat berupaya menyeberangi Selat Inggris menuju Inggris. Seluruh penumpang berhasil diselamatkan dalam operasi gabungan otoritas Prancis dan Inggris, meski insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko penyeberangan ilegal di salah satu jalur laut tersibuk di dunia.

Peristiwa terjadi pada Selasa pagi ketika kapal masih berada di perairan Prancis. Penjaga Pantai Inggris mengonfirmasi kebakaran bermula saat kapal masih berada di wilayah tersebut sebelum akhirnya memicu operasi penyelamatan lintas negara.

Tim pencarian dan penyelamatan Prancis, Penjaga Pantai Inggris, serta Royal National Lifeboat Institution (RNLI) dikerahkan untuk menangani keadaan darurat tersebut.

Otoritas Prancis menyatakan seluruh 157 orang di atas kapal berhasil dievakuasi dan dibawa ke Pelabuhan Boulogne-sur-Mer. Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.

Laporan BBC yang mengutip otoritas maritim Prancis untuk Selat Inggris dan Laut Utara menyebutkan operasi penyelamatan sebenarnya telah dimulai sejak malam sebelumnya setelah kapal mengalami kesulitan saat berlayar.

Dalam tahap awal, lima orang yang berada di atas kapal meminta bantuan dan berhasil dievakuasi. Namun, sebagian besar penumpang lainnya memilih menolak pertolongan karena tetap ingin melanjutkan perjalanan menuju Inggris.

Menurut otoritas maritim Prancis, banyak migran yang nekat meneruskan penyeberangan meski menghadapi risiko tinggi.

"Migran yang menyeberangi Selat Inggris dengan perahu kecil tetap bertekad mencapai Inggris dan menolak bantuan layanan darurat Prancis, kecuali ketika menghadapi situasi yang benar-benar darurat," kata otoritas tersebut.

Pihak Prancis menjelaskan mereka sempat membatasi intervensi langsung pada tahap awal karena khawatir tindakan itu justru membahayakan penumpang. Kapal-kapal karet yang digunakan dalam penyeberangan ilegal umumnya dalam kondisi rapuh dan sering kali kelebihan muatan sehingga berisiko terbalik apabila dilakukan manuver penyelamatan secara paksa.

Situasi berubah drastis pada Selasa pagi ketika mesin kapal tiba-tiba terbakar. Kebakaran itu membuat seluruh penumpang akhirnya harus dievakuasi demi keselamatan.

Insiden terbaru ini kembali menggambarkan bahaya yang dihadapi para migran yang mencoba menyeberangi Selat Inggris menggunakan kapal-kapal kecil. Jalur tersebut selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu rute migrasi paling berisiko di Eropa karena tingginya arus pelayaran, cuaca yang sulit diprediksi, serta penggunaan kapal yang tidak layak berlayar.

Meski seluruh penumpang berhasil diselamatkan dalam kejadian kali ini, insiden tersebut menjadi pengingat bahwa upaya menyeberangi Selat Inggris dengan kapal kecil tetap menyimpan ancaman serius terhadap keselamatan jiwa. (*)

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Kapal Migran Selat Inggris Kebakaran Kapal Maritim Prancis




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :