Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito (Foto : Sekpres/Rusman).
Jakarta, Jurnas.com- Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terus mengingatkan agar tetap waspada dalam penyebaran Covid-19. Ia mengatakan, masih banyak daerah yang terlena dan lengah di zona risiko sedang Covid-19 (zona oranye). Berdasarkan data Satgas COVID-19 per 1 November 2020, ada 371 kabupaten/kota yang masuk zona oranye.
"Jumlah kabupaten/kota yang masuk di zona oranye atau zona risiko sedang Covid-19 mengalami peningkatan. Dari 360 kabupaten/kota pada minggu sebelumnya, meningkat menjadi 371 kabupaten/kota," kata Wiku saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (3/11/2020).
"Terlihat masih banyak daerah yang terlena dan lengah serta merasa nyaman untuk berada di zona oranye. Ingat, zona oranye juga masih berbahaya dan berisiko terjadi peningkatan penularan Covid-19,” sambung Wiku.
Zona oranye harus ektra waspada dalam penanganan penyebaran Covid-19. Jangan sampai lengah jika tak ingin berubah menjadi zona merah (Resiko Tinggi). Pekan ini zona merah alami penurunan. Dari 20 kabupaten/kota menjadi 19 kabupaten/kota.
Perkembangan perubahan zonasi per 1 November 2020 terlihat penurunan yang cukup signifikan di daerah yang masuk di zona kuning atau zona risiko rendah Covid-19. Pekan sebelumnya terdapat 115 kabupaten/kota di zona kuning, maka pekan ini jumlahnya turun menjadi 104 kabupaten/kota.
Selanjutnya, terdapat sedikit peningkatan di daerah yang tidak ada kasus baru Covid-19. Jika pada minggu lalu, hanya 7 kabupaten/kota yang tidak memiliki kasus baru, maka pada minggu ini jumlahnya bertambah menjadi 8 kabupaten/kota.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Zona Oranye Satgas Covid-19 Daerah




























