Sabtu, 18/04/2026 12:12 WIB

FDA Izinkan Penggunaan Plasma Darah Obati Pasien COVID-19





Pengumuman itu juga datang pada malam Konvensi Nasional Partai Republik, di mana Trump akan dinominasikan untuk memimpin partainya selama empat tahun lagi.

FDA mengatakan bukti awal menunjukkan plasma darah dapat menurunkan angka kematian dan meningkatkan kesehatan pasien bila diberikan dalam tiga hari pertama rawat inap mereka. (Lindsey Wasson / Reuters)

Washington, Jurnas.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA), Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknya mengizinkan penggunaan plasma darah dari pasien yang telah pulih dari virus corona (COVID-19) sebagai pengobatan untuk penyakit tersebut.

Pernyataan yang disampaikan pada Minggu (23/8) itu sehari setelah Presiden AS, Donald Trump menyalahkan badan tersebut karena menghambat peluncuran vaksin COVID-19 dan terapi untuk alasan politik.

Pengumuman itu juga datang pada malam Konvensi Nasional Partai Republik, di mana Trump akan dinominasikan untuk memimpin partainya selama empat tahun lagi.

Sehari sebelum Trump menandai Komisaris FDA, Stephen Hahn dalam sebuah unggahan di akun Twitternya. "Kondisi yang dalam, atau siapa pun, di FDA membuat sangat sulit bagi perusahaan obat untuk mendapatkan orang untuk menguji vaksin dan terapi," tulisnya.

"Jelas, mereka berharap untuk menunda jawaban sampai setelah 3 November. Harus fokus pada kecepatan, dan menyelamatkan nyawa!" sambungnya.

FDA mengatakan bukti awal menunjukkan plasma darah dapat menurunkan angka kematian dan meningkatkan kesehatan pasien bila diberikan dalam tiga hari pertama rawat inap. Belum jelas apa efek langsung dari keputusan ini.

"Tampaknya produk tersebut aman dan kami merasa nyaman dengan itu dan kami terus tidak melihat adanya sinyal keselamatan," kata Direktur Pusat Evaluasi dan Riset Biologi FDA, Peter Marks pada konferensi daring dengan awak media.

FDA  juga mengatakan telah menetapkan plasma darah adalah pendekatan yang aman dalam analisis terhadap 20.000 pasien yang menerima perawatan ini. Sejauh ini, 70.000 pasien telah dirawat menggunakan plasma darah.

Pasien yang paling diuntungkan dari pengobatan ini adalah mereka yang berusia di bawah 80 tahun dan tidak menggunakan alat bantu pernapasan, kata badan tersebut. Pasien tersebut memiliki tingkat kelangsungan hidup 35 persen lebih baik sebulan setelah menerima pengobatan.

Direktur FDA, Hahn mengatakan Trump belum berbicara dengannya atau agensi dan tidak berperan dalam keputusannya untuk membuat pengumuman pada Minggu (23/8).

KEYWORD :

Amerika Serikat Donald Trump Pengobatan COVID-19




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :