E-KTP
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk terus fokus mengusut pihak-pihak yang terlibat dan diuntungkan dari proyek e-KTP. Termasuk para anggota DPR RI.
Demikian disampaikan Ketua Bidang Advokasi Parai Gerindra Habiburokhmandalam diskusi bertajuk `Catatan Hitam e-KTP` di Jakarta, Sabtu (10/2/2018). Bukan tanpa alasan hal itu disampaikan Habiburokhman. Sebab, nama-nama itu ada dalam dakwaan sejumlah terdakwa korupsi e-KTP."Jadi menurut saya itu dulu yang fokus. Orang-orang yang jelas-jelas ada di dakwaan itu dulu aja yang dikejar," kata Habiburokhman.Habiburokhman menilai perseteruan antara mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan tim hukum terdakwa Setya Novanto seharusnya tidak perlu terjadi. Menurut Habiburokhman, kedua belah pihak hanya perlu mendorong KPK untuk terus mengusut keterlibatan pihak lain seperti yang disebutkan dalam dakwaan.
Katanya, kesaksian Mirwan Amir dalam persidangan perkara korupsi e-KTP tidak akan mempengaruhi elektabilitas SBY di dunia politik. "Saya enggak bilang reaktif tapi apa enggak terlalu berlebihan?," tutur dia.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Gerindra Susilo Bambang Yudoyono KPK




























