Gedung KPK
Jakarta - Anggota DPR dari Fraksi PKS, Tamsil Linrung dicecar sejumlah pertanyaan saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP, Markus Nai. Salah satu yang didalami penyidik terkait penambahan anggaran proyek pengadaan e-KTP sebesar Rp1,4 triliun pada 2012 lalu.
Usai menjalani pemeriksaan, mantan pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu mengaku dicecar mengenai penambahan anggaran tersebut. Tamsil pun mengaku adanya penambahan anggaran tersebut."Iya dikonfirmasi, tambahan awalnya kan sebenarnya cuma Rp 1 triliun, terus ada tambahan Rp 400 miliar," ucap Tamsil, di gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/1/2018).Saat proyek e-KTP bergulir, Tamsil merupakan salah satu pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR. Sementara Markus duduk sebagai anggota Banggar DPR. Tamsil mengaku mengenal dekat Markus.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Tamsil Linrung e-KTP



























