Sabtu, 24/10/2026 15:15 WIB

Wabah Ebola di Kongo Tembus 9.700 Kasus, Uji Coba Vaksin Baru Dimulai





Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) memulai uji coba vaksin Ebola baru di tengah wabah yang terus meluas dan telah menyebabkan lebih dari 4.690 kematian

Ilustrasi vaksin ebola (Foto: Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) memulai uji coba vaksin Ebola baru di tengah wabah yang terus meluas dan telah menyebabkan lebih dari 4.690 kematian.

Vaksin eksperimental ini ditujukan untuk mengevaluasi perlindungan terhadap virus Ebola strain Bundibugyo, yang belum memiliki vaksin yang disetujui untuk penggunaannya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan pada Jumat bahwa peserta pertama dalam uji coba bernama Tumaini telah menerima vaksin di Bunia, ibu kota Provinsi Ituri, DR Kongo. Dalam bahasa Swahili, Tumaini berarti harapan.

WHO menyebut dimulainya uji coba tersebut sebagai “langkah besar dalam memerangi penyakit Ebola yang disebabkan oleh strain virus Bundibugyo”. Virus ini dilaporkan menyebar dengan cepat melintasi batas wilayah geografis, sehingga memperumit upaya pengendalian wabah.

Uji coba Tumaini akan mengevaluasi sejumlah kandidat vaksin yang dirancang untuk melawan virus Ebola strain Bundibugyo. Pengujian dilakukan pada orang-orang yang memiliki kontak dengan kasus terkonfirmasi.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, penelitian ini diperlukan untuk mengetahui apakah kandidat vaksin yang dikembangkan mampu memberikan perlindungan terhadap strain tersebut.

“Uji coba ini akan membantu kita memahami apakah kandidat vaksin yang dirancang untuk virus Bundibugyo dapat bekerja,” kata Tedros dalam unggahan di platform media sosial X.

Menurut WHO, pelaksanaan uji coba mengikuti prinsip ketelitian ilmiah, transparansi, etika, persetujuan berdasarkan informasi yang memadai (informed consent), serta keterlibatan masyarakat.

Belum ada vaksin yang disetujui untuk melawan strain Bundibugyo. Strain ini pertama kali dinyatakan sebagai penyebab wabah di DR Kongo pada Mei, sehingga pengembangan dan pengujian kandidat vaksin menjadi bagian penting dari upaya menghadapi penyakit tersebut.

Pada Agustus, DR Kongo menerima 70.000 dosis vaksin Ervebo dari stok global vaksin penyakit virus Ebola untuk membantu penanganan wabah. Namun, vaksin tersebut telah disetujui untuk digunakan melawan virus Ebola strain Zaire, bukan strain Bundibugyo yang menjadi sasaran uji coba Tumaini.

Perbedaan strain tersebut membuat pengembangan kandidat vaksin khusus Bundibugyo menjadi penting. Uji coba ini diharapkan memberikan bukti ilmiah mengenai efektivitas kandidat vaksin yang sedang dievaluasi, meski hasilnya belum diketahui.

Uji coba Tumaini dikoordinasikan oleh Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) dengan dukungan WHO, Kementerian Kesehatan Kongo, dan sejumlah mitra.

Data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) mencatat jumlah kasus Ebola terkonfirmasi di DR Kongo telah melampaui 9.700 kasus, termasuk lebih dari 4.690 kematian.

Wabah tersebut telah memengaruhi delapan provinsi, yakni Haut-Uele, Ituri, North Kivu, South Kivu, Bas-Uele, Tshopo, South-Ubangi, dan North Ubangi.

Penyebaran penyakit ke negara lain di kawasan juga menambah tantangan bagi petugas kesehatan dalam membatasi penularan. Kenya melaporkan sembilan kasus terkonfirmasi, termasuk dua kematian.

Sementara itu, Nigeria mengonfirmasi kasus pertamanya pada awal pekan ini. Kasus tersebut diduga berasal dari penularan yang dibawa dari DR Kongo. (*)

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Wabah Ebola Kongo Vaksin Ebola Uuji Coba Vaksin Tumaini Virus Bundibugyo




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :