Sabtu, 24/10/2026 14:29 WIB

Iran Ancam Serang Kabel Internet Bawah Laut di Teluk





Iran dilaporkan telah menyusun rencana mendalam untuk menargetkan jaringan kabel komunikasi bawah laut di kawasan Teluk

Selat Hormuz di Iran (Foto: Anadolu)

Teheran, Jurnas.com - Iran dilaporkan telah menyusun rencana mendalam untuk menargetkan jaringan kabel komunikasi bawah laut di kawasan Teluk, jika Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan serangan.

Gertakan militer tersebut disiapkan oleh pihak Teheran sebagai respons balasan, apabila jalur diplomasi dengan Washington mengalami kebuntuan total.

Dua pejabat senior keamanan Iran mengungkapkan bahwa sabotase kabel bawah laut tersebut bertujuan untuk melumpuhkan jaringan komunikasi internasional. Pihak militer Iran bahkan berniat menghalangi proses perbaikan kabel pasca-serangan guna memperpanjang gangguan koneksi internet.

Salah satu pejabat keamanan Iran menegaskan bahwa tidak akan ada batasan dalam melancarkan aksi balasan jika wilayah mereka diserang. "Jika Iran diserang, tidak akan ada lagi garis merah, mulai dari kabel bawah laut hingga pangkalan militer, termasuk pangkalan rahasia," ujar pejabat tersebut dikutip dari Reuters pada Sabtu (24/10).

Pejabat itu juga menyampaikan peringatan keras kepada pemerintah AS agar tidak memicu eskalasi militer di kawasan. Dia mengklaim bahwa militer Iran memiliki akses penuh ke jaringan kabel bawah laut tersebut dan dapat menghancurkannya dengan sangat mudah.

Penegasan serupa disampaikan oleh Wakil Kepala Urusan Politik Garda Revolusi Iran (IRGC), Yadollah Javani. Javani mengancam bahwa Iran sanggup menghancurkan tujuh kabel internet utama yang melintasi Selat Hormuz apabila infrastruktur nasional mereka mendapat serangan musuh.

Berdasarkan data International Telecommunication Union (ITU), kabel bawah laut mengangkut sekitar 99 persen lalu lintas internet global. Namun, pakar telekomunikasi Alan Mauldin menjelaskan bahwa dampak global serangan di Selat Hormuz mungkin terbatas karena kurang dari satu persen kapasitas internasional melintasi selat tersebut.

Sementara itu, pejabat keamanan Iran lainnya menyatakan bahwa negara-negara tetangga di Teluk harus meminta pertanggungjawaban penuh kepada Gedung Putih atas potensi kerusakan fasilitas digital ini. Dia menekankan bahwa sekutu AS di kawasan harus menyalahkan Washington, bukan Teheran, atas segala gangguan infrastruktur internet yang terjadi.

Direktur program Iran di Middle East Institute, Alex Vatanka, menilai ancaman Teheran dirancang untuk mencegah timbulnya konflik terbuka. Vatanka menjelaskan bahwa Iran ingin menekan perusahaan teknologi serta pemerintah Teluk agar membendung kebijakan militer AS yang berisiko merusak investasi mereka.

Ancaman ini berkaca pada insiden Maret lalu, ketika serangan Iran menghantam dua fasilitas Amazon Web Services di Uni Emirat Arab dan Bahrain. Garda Revolusi Iran sebelumnya juga telah menetapkan raksasa teknologi AS seperti Microsoft, Google, Apple, dan Nvidia sebagai target militer yang sah.

KEYWORD :

Kabel Internet Bawah Laut Militer Iran Selat Hormuz Perang AS vs Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :