Seorang anggota pasukan keamanan Iran berjaga di Teheran pada 31 Maret 2026. (Foto: AFP)
Damaskus, Jurnas.com - Utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk Suriah sekaligus Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack, menyatakan bahwa Washington berpeluang melancarkan serangan militer terhadap Iran paling cepat pada akhir pekan ini di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Keterangan mengenai potensi serangan kilat tersebut diungkapkan oleh Barrack saat melakoni wawancara dalam sebuah siaran podcast bersama Mario Nawfal di sela-sela kunjungannya ke wilayah Teluk.
Saat ditanya mengenai kemungkinan dimulainya aksi militer dalam waktu dekat, Barrack menegaskan, "Mungkinkah ada serangan akhir pekan ini? Tentu saja".
Barrack menjelaskan bahwa Presiden AS, Donald Trump, sejatinya tetap membuka pintu negosiasi dan penyelesaian diplomatik dengan pihak Teheran. "Dia terbuka dan bersedia untuk mencapai kesepakatan, dan kami telah berada di meja perundingan selama berbulan-bulan," ujar Barrcak dikutip dari AFP pada Sabtu (24/10).
Pernyataan utusan AS ini muncul menyusul gertakan berulang dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang berjanji akan menggulingkan pemerintahan Iran. Ketegangan politik tersebut kian memuncak menjelang pelaksanaan pemilihan umum di Israel, ketika isu keamanan nasional menjadi fokus utama kampanye.
Kendati Presiden Trump mengisyaratkan kesiapan untuk melanjutkan serangan udara pasca-kebuntuan diplomasi panjang, Barrack mengklarifikasi posisi resmi Washington yang berbeda dari tujuan Israel. Dia menegaskan bahwa tujuan utama serangan AS bukanlah untuk melakukan pergantian rezim di Iran.
"Jika Anda terus mengancam dunia, sekutu kami, dan wilayah Teluk, maka akan ada konsekuensinya. Konsekuensi tersebut bukanlah pergantian rezim," kata dia.
Penolakan terhadap skenario pembongkaran kekuasaan di Teheran didasari oleh kekhawatiran atas ketidakpastian stabilitas kawasan pasca-konflik. Terutama, mengenai risiko jangka panjang dari tindakan ekstrem tersebut.
"Masalah dengan pergantian rezim selalu bermuara pada pertanyaan, bagaimana skenario di hari kedua?" ujar Barrack.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perang AS vs Iran Konflik Timur Tengah Tom Barrack



















