Sabtu, 24/10/2026 14:48 WIB

Kim Jong Un Ingin Militer Korut Jadi yang Terkuat di Dunia





Pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut), Kim Jong Un, secara tegas memerintahkan seluruh jajaran pasukannya untuk melatih diri demi menjadi militer terkuat

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (Foto: CNA via REUTERS)

Pyongyang, Jurnas.com - Pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut), Kim Jong Un, secara tegas memerintahkan seluruh jajaran pasukannya untuk melatih diri demi menjadi kekuatan militer terkuat di dunia.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan dua hari yang menghadirkan seluruh komandan kompi Angkatan Bersenjata Korea Utara di Pyongyang, sebagaimana dikutip dari AFP pada Sabtu (24/10).

Gagasan yang dinamai sebagai revolusi militer gaya Korea ini dirancang untuk menyusun cetak biru pertahanan nasional yang makin tangguh dan modern. Kim menekankan bahwa pertemuan besar tersebut bertujuan mengembangkan rencana matang guna melatih angkatan bersenjata terkuat di dunia.

Kim menyerukan agar seluruh kompi di dalam struktur tentara Korea Utara ditransformasikan menjadi unit elit yang unggul dalam aspek militer maupun teknis. Dia menuntut agar setiap satuan tempur dikonsolidasikan secara sempurna menjadi pasukan yang siap melakoni pertempuran nyata kapan saja.

Berdasarkan laporan kantor berita resmi KCNA, pertemuan komando ini merupakan perhimpunan seluruh angkatan bersenjata pertama sejak kongres partai pada Februari lalu.

Pada kongres sebelumnya, Kim telah menegaskan komitmennya untuk memperkuat persenjataan konvensional serta mengesahkan rencana pengembangan senjata nuklir dan rudal.

Korea Utara tercatat telah meluncurkan serangkaian uji coba senjata mutakhir dalam beberapa waktu terakhir untuk menunjukkan peningkatan kapasitas tempurnya. Uji coba tersebut mencakup pengujian sistem torpedo berpemandu presisi jenis baru serta rudal hipersonik jarak menengah yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan.

Meskipun terus dihantam sanksi ekonomi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, Korea Utara telah mengesahkan statusnya sebagai negara berpemilik senjata nuklir ke dalam hukum nasional. Rezim Pyongyang berulang kali menegaskan bahwa kepemilikan armada nuklir mereka bersifat permanen dan tidak dapat diubah oleh tekanan luar.

Selain meningkatkan kapasitas mandiri, Korea Utara juga mempererat kemitraan strategis dengan Rusia sejak pecahnya konflik bersenjata di Ukraina. Pyongyang mengerahkan pasukan tentaranya untuk mendukung aksi militer Moskow demi mendapatkan imbalan keuntungan ekonomi serta transfer teknologi militer mutakhir.

Eskalasi militer ini bertepatan dengan tawaran dialog dari pemerintah Korea Selatan untuk memperjelas batas wilayah pasca-insiden ledakan di Zona Demiliterisasi. Pyongyang hingga saat ini menolak mentah-mentah tuduhan keterlibatan dalam ledakan ranjau darat tersebut dan memilih mengabaikan seruan pembicaraan dari Seoul.

KEYWORD :

Kim Jong Un Militer Korut Latihan Militer Korut




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :