Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 lainnya terluka pada Sabtu (Foto: Anadolu)
Riyadh, Jurnas.com - Seorang warga negara Pakistan tewas dan 11 orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan terbaru yang menghantam Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (11/10/2026).
Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) mengonfirmasi bahwa insiden ini terjadi di tengah berlanjutnya eskalasi serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil Kerajaan.
Dalam pernyataan resmi yang disiarkan oleh Saudi Press Agency, GACA menyatakan bahwa seluruh korban luka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Selain mengevakuasi para korban, pihak berwenang setempat mulai melakukan penilaian terhadap kerusakan material yang disebabkan oleh serangan tersebut.
Kebakaran sempat berkobar di area bandara setelah sebuah proyektil menghantam fasilitas penumpang di Terminal 4. Komando Pasukan Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman memberikan konfirmasi mengenai insiden tersebut dengan menyatakan, "Kebakaran terjadi di bandara setelah sebuah proyektil tak dikenal menghantam Terminal 4, yang melayani penumpang."
Selain hantaman proyektil di Terminal 4, Pasukan Koalisi juga mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara berhasil mengintersepsi dan menghancurkan sebuah rudal jelajah (cruise missile) di sekitar wilayah bandara.
Serangan yang terjadi pada hari Minggu tersebut menandai gempuran keempat yang menargetkan Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh dalam kurun waktu lima hari. Otoritas keamanan mengatribusikan rangkaian serangan udara ini kepada milisi Houthi di Yaman yang didukung Iran.
Gempuran terbaru ini terjadi hanya sehari setelah serangan rudal mematikan pada hari Sabtu yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Serangan pada Sabtu tersebut tercatat sebagai insiden paling mematikan dalam gelombang serangan bandara belakangan ini.
Cuplikan video yang disiarkan oleh saluran televisi pemerintah Saudi, Al-Ekhbariyah dan Al-Arabiyah, merekam detik-detik serangan di mana para jamaah Umrah tampak berbaris di gerbang keberangkatan menuju dua kota suci Islam.
Kilatan cahaya oranye terang seketika membuat para penumpang berlarian panik di tengah runtuhnya sebagian atap bangunan.
Selain menyasar Riyadh, GACA turut melaporkan adanya serangan lain yang menargetkan Bandara Internasional Raja Fahd di Dammam, Provinsi Timur, pada Minggu malam. Pihak otoritas menyatakan bahwa inspeksi keselamatan dan penilaian kerusakan fasilitas di Dammam terus dilakukan berkoordinasi dengan instansi terkait.
Milisi Houthi secara resmi telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menyasar bandara di Riyadh maupun Dammam.
Rangkaian serangan ini menandai eskalasi serius terhadap target penerbangan sipil di Arab Saudi serta memicu kekhawatiran atas keselamatan penumpang dan keamanan infrastruktur vital.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Serangan Houthi Bandara Riyadh Korban Serangan Houthi



























