Senin, 12/10/2026 09:20 WIB

Ketegangan Timur Tengah Memanas, Menlu Saudi-Iran Gelar Pembicaraan





Kontak diplomatik kedua negara berlangsung sehari setelah serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, ibu kota Arab Saudi

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (Foto: Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menggelar pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Minggu (11/10) untuk membahas eskalasi konflik di kawasan dan upaya meredakan ketegangan.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang diunggah melalui platform X, pembicaraan tersebut berlangsung atas inisiatif Araghchi. Kedua menteri membahas perkembangan situasi regional serta berbagai upaya yang sedang dilakukan untuk mengatasi eskalasi.

“Eskalasi terbaru di kawasan dan upaya yang dilakukan untuk mengatasinya,” demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengenai pokok pembicaraan kedua pejabat tersebut.

Kementerian tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai hasil komunikasi itu ataupun langkah konkret yang disepakati kedua negara.

Pembicaraan Saudi-Iran berlangsung ketika situasi keamanan Timur Tengah kembali memanas, ditandai serangan terhadap sejumlah bandara di Arab Saudi dan gangguan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan energi dunia.

Kontak diplomatik kedua negara berlangsung sehari setelah serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, ibu kota Arab Saudi. Serangan pada Sabtu tersebut dilaporkan menewaskan 13 orang dan melukai ratusan lainnya.

Pada Minggu, koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menuduh kelompok Houthi bertanggung jawab atas serangan tersebut. Koalisi itu juga menyatakan akan memberikan respons tegas.

Tuduhan tersebut menambah tekanan keamanan di kawasan, terutama di tengah konflik yang melibatkan berbagai aktor regional. Namun, pernyataan mengenai pembicaraan Faisal dan Araghchi tidak menyebut secara spesifik apakah serangan di Riyadh menjadi agenda utama komunikasi keduanya.

Belum ada pula keterangan resmi mengenai apakah Arab Saudi dan Iran membahas langkah bersama untuk merespons serangan tersebut.

Selain situasi keamanan, gangguan pelayaran di Selat Hormuz turut membayangi perkembangan regional. Jalur perairan yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman tersebut merupakan salah satu lintasan penting bagi distribusi minyak dan perdagangan energi internasional.

Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan itu terjadi setelah Iran memberlakukan pembatasan transit kapal pada April 2026. Pembatasan tersebut berlangsung setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada Februari 2026.

Situasi ini membuat keamanan jalur pelayaran menjadi persoalan penting bagi negara-negara di kawasan maupun pasar energi global. Ketidakpastian terhadap pergerakan kapal dapat menghambat distribusi komoditas dan meningkatkan risiko terhadap rantai pasok energi.

Meski demikian, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi tidak menjelaskan secara terperinci langkah yang dibahas kedua menteri untuk mengatasi gangguan di Selat Hormuz. (*)

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan Menlu Iran Abbas Araghchi Timur Tengah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :