Logo pusat data Yandex di Rusia (Foto: Reuters)
Moskow, Jurnas.com - Perusahaan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) Rusia, Yandex, mengumumkan bahwa infrastrukturnya mengalami kerusakan akibat serangan pesawat nirawak (drone) pada Minggu (11/10).
Insiden itu memaksa penutupan total pusat data milik perusahaan yang berlokasi di wilayah Vladimir tersebut, sebagaimana dikutip dari CNA.
Perusahaan mengonfirmasi bahwa tidak ada korban luka dalam serangan. Kendati demikian, beberapa layanan Yandex saat ini dilaporkan tidak dapat diakses oleh para pengguna.
Penutupan fasilitas di wilayah Vladimir ini menandai pusat data besar ketiga milik Yandex yang terpaksa berhenti beroperasi hanya dalam kurun waktu beberapa hari terakhir.
Serangan beruntun ini menyasar infrastruktur penting milik raksasa teknologi yang kerap dijuluki sebagai `Google`-nya Rusia, serta memegang peran sentral dalam pengembangan kecerdasan buatan di negara tersebut.
Serangan Drone Hantam Pusat Data Yandex
Sebelumnya, Yandex melaporkan bahwa fasilitas pusat datanya di wilayah Kaluga, sebelah barat daya Moskow, diserang oleh drone Ukraina dan sempat dilumpuhkan sebagian.
Sehari sebelum insiden di Kaluga, serangan Ukraina juga melumpuhkan pusat data Yandex di Sasovo yang berada di tenggara Moskow. Fasilitas di Sasovo tersebut merupakan salah satu dari lima pusat data besar milik perusahaan yang menampung puluhan ribu server.
Hub Sasovo memegang peran vital karena menjadi lokasi penempatan dua dari tiga superkomputer, yang digunakan untuk mengembangkan model AI Yandex. Serangan di Sasovo sempat memicu kebakaran hebat hingga memaksa penghentian seluruh operasional di fasilitas tersebut.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pusat Data Yandex Google Rusia Perang Rusia vs Ukraina

























