Senin, 12/10/2026 01:01 WIB

Asap Kiriman RI, Maskapai Malaysia Batalkan Penerbangan





Maskapai penerbangan berbiaya hemat asal Malaysia, Firefly, membatalkan seluruh penerbangan terjadwal ke Singapura

Maskapai Malaysia, Firefly, batalkan seluruh penerbangan (Foto: CNA)

Kuala Lumpur, Jurnas.com - Maskapai penerbangan berbiaya hemat asal Malaysia, Firefly, membatalkan seluruh penerbangan terjadwal antara Bandara Sultan Abdul Aziz Shah di Subang dan Bandara Seletar di Singapura hingga Senin (12/10). Langkah ini diambil menyusul asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kiriman dari Indonesia.

Dikutip dari CNA pada Minggu (11/10), pembatalan operasional ini berdampak langsung pada seluruh layanan yang mencakup enam penerbangan pulang-pergi harian di antara kedua bandara tersebut.

Melalui pernyataan resmi di akun Facebook, pihak maskapai menyampaikan bahwa seluruh penumpang yang terdampak sedang dihubungi untuk dialihkan ke penerbangan Malaysia Airlines yang tersedia dengan rute Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) menuju Bandara Changi Singapura. Pengalihan rute alternatif ini menyesuaikan dengan ketersediaan kursi yang ada.

Bagi penumpang yang memilih tidak mengambil opsi penerbangan pengganti tersebut, Firefly menyediakan fasilitas pengembalian dana secara penuh. Dana tersebut akan diproses dan dikembalikan ke metode pembayaran awal dalam kurun waktu 30 hari kerja.

"Mempertimbangkan situasi cuaca yang terus berkembang, Firefly memantau perkembangan situasi secara saksama. Pembaruan lebih lanjut mengenai jadwal penerbangan akan dikomunikasikan langsung kepada pelanggan yang terdampak," demikian keterangan maskapai.

Keputusan pembatalan ini berlangsung seiring penurunan kualitas udara yang signifikan di kawasan Malaysia dan Singapura. Hingga Minggu pukul 13.00 siang, tercatat sebanyak 14 wilayah Malaysia memiliki kualitas udara yang masuk dalam kategori tidak sehat.

Berdasarkan Indeks Pencemaran Udara (API) Malaysia, kualitas udara diklasifikasikan tidak sehat pada rentang nilai 101 hingga 200, sangat tidak sehat pada rentang 201 hingga 300, dan berbahaya jika melampaui angka 300.

Sementara itu, kualitas udara di Singapura juga bertahan pada rentang tidak sehat sepanjang Minggu akibat kabut asap yang menyelimuti pulau tersebut.

Pembacaan Indeks Standar Pencemar Udara (PSI) 24 jam berada dalam kategori tidak sehat di seluruh lima wilayah Singapura, dengan pembacaan konsentrasi PM2.5 1 jam tercatat berada di kategori tinggi.

KEYWORD :

Maskapai Malaysia Firefly Kabut Asap Indonesia Karhutla Indonesia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :