Jum'at, 09/10/2026 14:42 WIB

Diduga Terlibat Pembantaian, 14 Mantan Milisi Era Assad Ditangkap





Pasukan keamanan Suriah menangkap sedikitnya 14 mantan operatif yang terhubung dengan rezim mantan Presiden Bashar Assad.

Pemandangan memperlihatkan poster Presiden Suriah Bashar al-Assad yang rusak di Aleppo, Suriah, 30 November 2024. REUTERS

Jakarta, Jurnas.com - Pasukan keamanan Suriah menangkap sedikitnya 14 mantan operatif yang terhubung dengan rezim mantan Presiden Bashar Assad di Provinsi Hama pada Kamis (8/10/2026).

Para tersangka ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam kasus pembantaian, penyiksaan, penculikan warga sipil, serta berbagai pelanggaran hak asasi manusia selama perang saudara Suriah.

Menurut laporan Kantor Berita Arab Suriah (SANA), tujuh tersangka ditangkap dalam operasi penindakan di wilayah Masyaf dan Hama selatan. Dalam operasi tersebut, aparat keamanan juga menyita sejumlah senjata dan amunisi.

Pihak berwenang mengidentifikasi salah satu tersangka utama yang ditangkap adalah Shaheen Hamdan Al-Shaheen, pendiri kelompok milisi Resimen Al-Shawaheen.

Al-Shaheen dituduh berpartisipasi dalam pembantaian di Hama timur dan sepanjang jalur Athriya-Raqqa pada 2017, serta memimpin kelompok yang bertanggung jawab atas pembunuhan, penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, dan pengrusakan properti di Palmyra serta Deir Ezzor pada periode 2017 hingga 2019.

Aparat menyatakan bahwa Al-Shaheen membantu mendirikan jaringan milisi bersenjata setelah bekerja sama dengan Direktorat Intelijen Angkatan Udara rezim Assad pada 2015. Saat itu, ia beroperasi di bawah komando Suheil Al-Hassan, komandan militer terkemuka yang dijuluki "The Tiger".

Dalam operasi terpisah, penyidik menahan Nabil Adnan Ismail dan Ghazi Mohammed Ismail yang diidentifikasi sebagai mantan komandan kelompok bersenjata afiliasi Intelijen Angkatan Udara. Keduanya dituduh terlibat langsung dalam aksi penculikan, penjarahan, dan pembantaian warga sipil.

Aparat juga menangkap Taher Youssef Al-Mohammed dan saudaranya, Talal Youssef, yang pernah bertugas di Intelijen Angkatan Udara dan Pusat Studi dan Penelitian Ilmiah (Scientific Studies and Research Center/SSRC). Keduanya diduga melakukan tindakan represi, penangkapan sewenang-wenang, serta pemerasan uang terhadap keluarga para tahanan.

Tersangka lain yang diamankan adalah Faisal Badour—yang dijuluki "Tiger`s Cub" karena perlakuan kejamnya terhadap warga sipil sejak 2012—serta Asef Salameh, mantan bintara (warrant officer) di pabrik pertahanan rezim.

Kementerian Dalam Negeri Suriah menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlanjut dan seluruh tersangka akan dirujuk ke pengadilan setelah prosedur hukum diselesaikan.

Langkah penangkapan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan otoritas baru Suriah untuk mengejar dan menuntut pertanggungjawaban mantan pejabat serta anggota milisi era Assad atas kejahatan perang yang dilakukan selama konflik nasional sejak 2011.

KEYWORD :

Bashar Al Assad Pasukan Suriah Penyiksaan Warga Sipil




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :