Pengungsi menyeberang di perbatasan Suriah-Lebanon (Foto: Reuters)
Jakarta, Jurnas.com - Lebih dari 60.000 pengungsi internal di Republik Arab Suriah telah menerima bantuan untuk pulang dari tempat pengungsian sejak Januari.
Hal ini diungkapkan oleh kantor kemanusiaan PBB pada Minggu (27/9), bersamaan dengan langkah otoritas yang memberangkatkan konvoi lain dari kamp-kamp utara ke daerah asal di beberapa provinsi.
Keberangkatan pengungsi meningkat tajam pada Juli dan Agustus, di mana 38.836 orang meninggalkan lokasi pengungsian, termasuk 19.600 orang yang dibantu melalui mekanisme fasilitas kepulangan, ungkap Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dalam laporan terbarunya.
Suriah Tangkap Lima Eks Perwira Udara Era Assad
Menurut OCHA, selama periode dua bulan tersebut, 130 lokasi pengungsian telah dinonaktifkan atau ditutup.
Gelombang kepulangan ini menandai kemajuan berkelanjutan di bawah program "Visi Tanpa Kamp" Suriah, kata OCHA. Namun, badan tersebut memperingatkan bahwa pergerakan pengungsi ini juga memberikan tekanan yang semakin besar pada komunitas yang menerima mereka.
Pada Minggu, sebuah konvoi yang membawa 263 keluarga berangkat dari kamp-kamp di Suriah utara menuju daerah asal mereka di Idlib selatan dan sebagian provinsi Hama, Aleppo, serta Damaskus, lapor kantor berita pemerintah SANA.
Pemerintah provinsi Idlib dan Direktorat Urusan Sosial dan Tenaga Kerja mengoordinasikan operasi tersebut dengan dukungan dari badan pengungsi PBB, Organisasi Muzn, Bulan Sabit Merah Arab Suriah, serta Direktorat Manajemen Darurat dan Bencana.
Sebagian besar keluarga kembali ke sejumlah kota dan desa di Idlib selatan, kata Mohammad Bakir, direktur kantor urusan sosial dan tenaga kerja distrik utara di Idlib. Ia mengatakan konvoi itu diselenggarakan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 59.
Keberangkatan ini menindaklanjuti permintaan para keluarga yang ingin pulang secara sukarela, ujar Manaf Hammam, seorang pejabat yang mengoordinasikan kamp di Aleppo dan Idlib. Ia menyebut pihak berwenang menyediakan bus ber-AC untuk penumpang dan truk untuk mengangkut barang-barang mereka.
Pendaftaran untuk kepulangan di masa mendatang masih tetap dibuka, kata Hammam, dan konvoi tambahan saat ini sedang direncanakan.
Beberapa warga yang pulang mengatakan kepada SANA bahwa mereka lega bisa kembali setelah bertahun-tahun mengungsi, meskipun banyak yang harus menghadapi desa-desa dengan kerusakan parah dan layanan dasar yang terbatas.
Otoritas Idlib telah menyelenggarakan beberapa konvoi kepulangan sejak dekrit tersebut diterbitkan, dan mengangkut ribuan keluarga dari kamp-kamp di Idlib dan Aleppo ke daerah asal mereka.
Meski demikian, OCHA menyatakan kebutuhan kemanusiaan kini semakin bergeser dari kamp ke komunitas tempat warga kembali. Perumahan yang tidak memadai, infrastruktur yang rusak, lemahnya pelayanan, dan terbatasnya peluang mata pencaharian mengancam reintegrasi berkelanjutan serta meningkatkan risiko perpindahan kembali.
Memulihkan infrastruktur dan layanan publik sangat penting untuk menciptakan kondisi yang mendukung kepulangan dan pemulihan warga, kata OCHA. Upaya yang telah dilakukan mencakup rehabilitasi toko roti, jaringan air dan listrik, rumah sakit, sekolah, jalan, jembatan, serta perumahan di komunitas yang terdampak.
Provinsi Raqqa menunjukkan sejumlah tanda pemulihan terkuat di Suriah timur laut, termasuk perbaikan kondisi air, listrik, dan perlindungan, ungkap OCHA. Namun, kerentanan ekonomi yang terus berlanjut tetap menjadi hambatan utama bagi pemulihan yang tangguh dan solusi jangka panjang bagi para pengungsi yang kembali.
Perang saudara di Suriah, yang dimulai pada Maret 2011, telah mengusir lebih dari 11 juta orang, termasuk lebih dari 7,4 juta pengungsi internal, menurut data PBB.
Sejak penggulingan Presiden Bashar Assad pada Desember 2024, lebih dari 1,87 juta warga Suriah yang melarikan diri ke luar negeri atau mengungsi di dalam negeri dilaporkan telah kembali ke rumah mereka.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pengungsi Suriah Bashar Al Assad Perang Suriah


























