Senin, 28/09/2026 16:36 WIB

Ini Langkah BI Atasi Tekanan Dolar AS Terhadap Rupiah





Bank Indonesia akan memperluas penggunaan mata uang lain untuk mengurangi dominasi dolar AS dalam transaksi lintas negara

Gedung Bank Indonesia (Wikipedia)

Jakarta, Jurnas.com - Salah satu solusi yang dilakukan Bank Indonesia (BI) untuk mengatasi tekanan Dolar Amerikas Serikat (AS) terhadap Rupiah dengan mendorong penggunaan mata uang lain dalam transaksi perdagangan dan investasi.

Bank Indonesia akan memperluas penggunaan mata uang lain untuk mengurangi dominasi dolar AS dalam transaksi lintas negara.

“Kita menghadapi tantangan global dengan dolar juga yang semakin meningkat, sehingga ini tentunya kita perlu melakukan diversifikasi dari mata uang valas lainnya dalam rangka mendukung kegiatan ekspor atau investasi di Indonesia,” kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI, Senin (28/9/2026).

Salah satu instrumen yang diperkuat adalah local currency transaction (LCT). Skema ini memungkinkan pelaku usaha melakukan transaksi perdagangan dan investasi menggunakan mata uang lokal Indonesia dan negara mitra tanpa harus selalu menggunakan dolar AS sebagai perantara.

Destry mengatakan, volume transaksi LCT terus meningkat. Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya diikuti ketersediaan mata uang negara mitra yang memadai di pasar uang dan pasar valuta asing domestik.

Untuk itu, BI akan memperkuat ketersediaan renminbi dan yen di pasar domestik. Untuk mata uang China, penguatan likuiditas mencakup CNY dan CNH agar kebutuhan transaksi dengan mitra dagang dan investor dapat lebih mudah dipenuhi.

“Kami mulai terus mendorong penguatan untuk likuiditas, baik itu renminbi, CNH, CNY, dan juga untuk likuiditas yen,” kata Destry.

Likuiditas mata uang yang lebih dalam dibutuhkan agar pelaku usaha dan investor memiliki lebih banyak pilihan dalam melakukan transaksi. Kebijakan ini juga diharapkan dapat mengurangi kebutuhan konversi transaksi melalui dolar AS.

Selain memperkuat penggunaan mata uang lokal, BI akan memperluas instrumen lindung nilai atau hedging. Instrumen ini digunakan untuk mengurangi risiko kerugian akibat perubahan nilai tukar, terutama bagi investor asing dan pelaku usaha yang memiliki transaksi dalam valuta asing.

KEYWORD :

Bank Indonesia Dolar AS Destry Damayanti




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :