Jum'at, 09/10/2026 15:10 WIB

USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego Usai Misi Perang Iran





Kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, resmi kembali ke pangkalan utamanya di Naval Air Station North Island, San Diego, California.

Para pelaut turun dari kapal induk USS Abraham Lincoln di Pangkalan Udara Angkatan Laut North Island di San Diego, California, pada 8 Oktober 2026 (Foto: David Swanson/AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, resmi kembali ke pangkalan utamanya di Naval Air Station North Island, San Diego, California, pada Kamis (8/10) waktu setempat.

Kapal perang tersebut menyelesaikan penugasan selama 322 hari, termasuk rekor 265 hari berturut-turut berada di laut untuk mendukung operasi militer AS dan Israel melawan Iran.

Kepulangan kapal induk beserta para awaknya disambut haru oleh sanak keluarga dan kerabat di dermaga. Anggota awak USS Lincoln, Abel Ramirez (20), mengungkapkan rasa lega usai berbulan-bulan menjalankan misi di perairan terbuka.

"Rasanya sangat luar biasa. Ada satu titik di mana saya pernah berpikir tidak akan pernah bisa turun dari kapal," ujar Ramirez dikutip Aljazeera.

Penugasan rekor kapal USS Lincoln menjadi sorotan publik dan memicu kritik luas terhadap kampanye militer AS di Iran yang berlangsung sejak Februari lalu tanpa kepastian akhir.

Masa penugasan yang terus diperpanjang tersebut dilaporkan memicu memburuknya kondisi di atas kapal, termasuk krisis pasokan makanan hingga isu kesehatan mental para prajurit.

Angkatan Laut AS mengonfirmasi sedikitnya terdapat delapan upaya percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh anggota awak kapal selama misi berlangsung.

Istri salah satu prajurit, Alma Solano Velez, membeberkan bahwa suaminya kerap mengeluhkan minimnya fasilitas dasar di atas kapal perang tersebut.

"Dia berbicara tentang kurangnya makanan dan fasilitas mandi," ungkap Velez saat menantikan kepulangan suaminya yang telah bertugas selama 10 bulan.

Di sisi lain, jajaran pejabat tinggi AS membantah laporan mengenai merosotnya moral prajurit dan menyebut kabar tersebut sebagai informasi tidak akurat.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memuji kinerja para pelaut dan menuduh media sengaja membingkai kapal tersebut sebagai "simbol disfungsi atau moral yang rendah". Senada dengan Hegseth, Presiden Donald Trump turut menepis laporan kritis media dan mengklaim kapal perang tersebut dirawat dengan sangat baik.

Meskipun mendapat pembelaan dari pemerintah, tingkat kepuasan publik AS terhadap penanganan konflik Iran terus merosot.

Hasil jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh Pew Research Center menunjukkan bahwa 65 persen warga AS tidak menyetujui kebijakan Presiden Trump dalam mengelola perang dengan Iran, sementara hanya 33 persen yang menyatakan dukungan.

KEYWORD :

Kapal Induk USS Abraham Lincoln Perang Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :