Foto Spicy Orangutan menampilkan seekor orangutan Borneo jantan (Pongo pygmaeus) yang mengangkat salah satu jarinya ke arah kamera (Foto: via Live Science)
Jakarta, Jurnas.com - Dunia satwa kembali menghadirkan momen-momen tak terduga yang mengundang tawa. Nikon Comedy Wildlife Awards 2026 mengumumkan para finalis dengan lebih dari 10.000 foto yang menampilkan tingkah unik dan ekspresi lucu berbagai hewan dari sejumlah penjuru dunia.
Kompetisi fotografi satwa liar ini dikenal karena menangkap momen spontan yang membuat perilaku hewan terlihat seperti tingkah manusia. Tahun ini, seekor orangutan Borneo seolah mengacungkan jari tengah ke kamera, burung pemangsa tampil bak penari balet, hingga belalang sembah tampak seperti sedang berpose sensual.
Selain menghibur, foto-foto tersebut memperlihatkan betapa uniknya perilaku satwa ketika tertangkap kamera pada momen yang tepat. Pemenang kompetisi akan mendapatkan hadiah berupa safari mewah di Maasai Mara National Reserve, Kenya, dan diumumkan pada 8 Desember 2026.
Tupai membuat burung hantu jatuh tiga kali
Salah satu foto finalis berjudul “Are You Kidding Me?” memperlihatkan seekor tupai yang melompat ke arah anak burung hantu tanduk besar di Natural Bridges State Beach, Santa Cruz, California.
Fotografer Kevin Lohman mengatakan tupai tersebut bahkan berhasil menjatuhkan burung hantu dari tempat hinggapnya sebanyak tiga kali.
Momen itu memang terlihat seperti adegan komedi, tetapi bagi burung hantu, situasinya kemungkinan jauh dari lucu. Burung hantu tanduk besar (Bubo virginianus) diketahui memangsa tupai, sehingga bukan hal aneh jika keberadaan burung tersebut membuat pengerat itu bersikap agresif.
Orangutan Borneo seolah ‘mengacungkan jari’
Foto “Spicy Orangutan” menampilkan seekor orangutan Borneo jantan (Pongo pygmaeus) yang mengangkat salah satu jarinya ke arah kamera.
Posisi tangannya membuat satwa tersebut tampak seperti sedang mengacungkan jari tengah kepada fotografer. Tanner Mansell, fotografer yang mengabadikan momen itu, menjelaskan bahwa orangutan tersebut sebenarnya hanya sedang menyelesaikan makanannya.
Mansell mengaku tidak bisa menahan diri untuk bertanya-tanya apakah orangutan itu sadar dengan gestur yang dibuatnya.
Tentu saja, ekspresi dan gerakan tersebut merupakan kebetulan dari perilaku alami satwa, tetapi hasil fotonya membuat momen makan sederhana itu terlihat seperti sebuah adegan penuh pesan.
Sparrowhawk bak penari balet
Finalis lain menampilkan seekor sparrowhawk (Accipiter nisus) di Dumfries, Skotlandia, dalam posisi yang terlihat sangat seimbang.
Foto berjudul “Ballet Dancer” tersebut membuat burung pemangsa itu seolah sedang melakukan gerakan balet. Posisi tubuh dan kakinya bahkan menyerupai atlet senam yang tengah melakukan gerakan sulit di atas balok keseimbangan.
Momen tersebut menjadi contoh bagaimana posisi tubuh satwa dalam sepersekian detik dapat menghasilkan foto yang terlihat seperti adegan pertunjukan manusia.
Singa terlihat seperti sedang bercanda
Foto berjudul “Push Over” diambil di dasar sungai Ruckomechi, Zimbabwe. Foto tersebut menampilkan seekor singa dalam pose yang membuatnya tampak seperti sedang bercanda atau tertawa.
Momen seperti ini menjadi salah satu daya tarik utama kompetisi, ketika ekspresi atau posisi tubuh satwa secara tidak sengaja menciptakan kesan seolah mereka sedang melakukan aktivitas manusia.
Beruang cokelat pose untuk kamera
Di Finlandia, fotografer Rosie Barrett tengah memotret tiga beruang cokelat muda (Ursus arctos) ketika salah satunya tiba-tiba mengambil posisi yang terlihat seperti sedang berpose.
Foto tersebut diberi judul “#ForTheGram”, seolah-olah beruang itu sengaja tampil di depan kamera untuk mendapatkan foto terbaik.
Padahal, tidak ada bukti bahwa beruang tersebut memang sadar sedang difoto. Namun, timing yang tepat membuatnya tampak seperti satwa yang sudah memahami gaya berfoto di media sosial.
Mantis yang terlihat seperti sedang berpose
Salah satu foto yang paling mencuri perhatian adalah “Sexy Mantis”. Dalam foto tersebut, seekor belalang sembah terlihat seperti sedang berpose dengan tubuh bagian belakang tersembunyi di balik daun.
Efek visual tersebut sebenarnya berasal dari anatomi belalang sembah. Bagian yang terlihat seperti tubuh dan kaki dalam foto merupakan tungkai depan yang digunakan serangga tersebut untuk menangkap mangsa.
Diego Perez mengambil foto itu ketika mendokumentasikan satwa liar di kawasan Bosques del Araza Regional Conservation Area yang diusulkan di Peru. Kawasan tersebut saat ini menghadapi ancaman aktivitas penambangan emas ilegal.
Foto itu sekaligus menunjukkan bahwa di balik sisi humor kompetisi, fotografi satwa liar juga dapat membawa perhatian pada habitat yang terancam.
‘Gengster’ dari laut Svalbard
Sekelompok walrus di pesisir Svalbard, Norwegia, tampil dalam foto berjudul “Sea Gangsters”.
Gerombolan walrus tersebut terlihat seperti sekumpulan tokoh keras dengan tubuh besar dan taring panjang. Taring walrus sebenarnya merupakan gigi taring yang dapat tumbuh hingga sekitar 1 meter.
Dengan ukuran dan bentuk tersebut, tidak mengherankan jika fotografer menggambarkan mereka sebagai “gengster laut”.
Tupai merah mirip Godzilla
Foto “Little Godzilla” menampilkan seekor tupai merah (Sciurus vulgaris) yang membawa material berukuran cukup besar sehingga tubuhnya tampak seperti monster kecil.
Di balik tampilan lucunya, perilaku tersebut sebenarnya merupakan aktivitas alami. Tupai merah diketahui mengumpulkan material seperti rumput kering dan lumut untuk melapisi sarangnya yang disebut drey.
Jadi, alih-alih menjadi Godzilla mini, tupai tersebut kemungkinan sedang sibuk membangun atau memperbaiki rumahnya.
Tiga jerapah dan satu pohon akasia
Foto berjudul “The Different One” memanfaatkan momen yang sangat sederhana: tiga jerapah muda di Maasai Mara dengan sebuah pohon akasia yang berada tepat di antara mereka.
Ketiganya tertangkap kamera dalam posisi diam pada saat yang tepat. Momen seperti ini cukup istimewa karena jerapah dapat berlari hingga sekitar 56 kilometer per jam dalam waktu singkat.
Komposisi foto membuat ketiga jerapah terlihat seperti sedang melakukan pose bersama dengan latar khas padang rumput Afrika.
Menangkap sisi humor dari alam
Rangkaian foto finalis Nikon Comedy Wildlife Awards 2026 menunjukkan bahwa alam tidak selalu harus dipotret dalam suasana dramatis atau megah. Ekspresi, gerakan, dan perilaku spontan satwa juga dapat menghasilkan gambar yang menghibur sekaligus membuka perhatian pada kehidupan liar.
Lebih dari 10.000 karya masuk dalam kompetisi tahun ini. Foto-foto yang terpilih sebagai finalis berasal dari berbagai lokasi dan menampilkan beragam spesies, mulai dari burung, mamalia hingga serangga.
Pemenang Nikon Comedy Wildlife Awards 2026 akan diumumkan pada 8 Desember. Selain menjadi ajang fotografi yang menghibur, kompetisi ini juga menggunakan humor untuk menghadirkan perspektif berbeda tentang satwa liar dan pentingnya menjaga habitat mereka. (*)
Sumber: Live Science
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Orangutan Borneo Wildlife Awards Spicy Orangutan






















