Pandangan umum Pentagon di Washington, AS, 21 Maret 2025. REUTERS
Riyadh, Jurnas.com - Senator Partai Demokrat Amerika Serikat, Chris Murphy, mengungkapkan bahwa Departemen Pertahanan AS (Pentagon) menolak memberinya akses untuk mengunjungi pangkalan militer utama di Qatar selama lawatannya ke Timur Tengah.
Dikutip dari Reuters pada Rabu (7/10), Murphy menyebut langkah penolakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah AS untuk menutupi dampak nyata dari perang melawan Iran.
Pangkalan Udara Al Udeid merupakan instalasi militer AS terbesar di kawasan tersebut dan dilaporkan berulang kali menjadi target serangan Iran selama perang yang dilancarkan oleh AS dan Israel sejak Februari.
"Kunjungan ini mengonfirmasi bagi saya bahwa ada upaya aktif, belum pernah terjadi sebelumnya, dan inkonstitusional yang tengah berlangsung untuk menyembunyikan biaya serta dampak perang ini dari Kongres dan rakyat Amerika," kata Murphy di Riyadh.
Langkah pembatasan akses ini terjadi di tengah gelombang desakan dari banyak anggota Kongres AS, termasuk sejumlah politisi Partai Republik pendukung Presiden Donald Trump, yang menuntut transparansi pemerintah terkait biaya perang, strategi militer, serta jumlah korban.
Menanggapi kritik tersebut, seorang pejabat senior Pentagon berdalih bahwa Murphy telah diinformasikan sebelum keberangkatan, bahwa dia tidak akan menerima dukungan fasilitas dari departemen untuk memasuki pangkalan.
Dalih tersebut diklaim sejalan dengan arahan Menteri Pertahanan Pete Hegseth tertanggal 3 Maret 2026 yang membatasi perjalanan dinas ke wilayah tersebut.
"Departemen menerapkan panduan Menteri Pertahanan tersebut secara merata," ujar pejabat Pentagon dalam sebuah pernyataan tertulis.
Selain menolak kunjungan ke pangkalan udara, Murphy membeberkan bahwa Pentagon juga enggan menyelenggarakan sesi pengarahan terkait situasi perang selama ia berada di kawasan.
"Saya belum pernah mendapati hal semacam ini sepanjang masa jabatan saya di Senat, dan ini merupakan bagian dari kampanye pengaburan informasi yang disengaja, yang semestinya dituntut penghentiannya oleh rekan-rekan Republik saya di Kongres," kecam Murphy.
Perlakuan Pentagon tersebut dinilai Murphy sangat kontras dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang justru membantu memfasilitasi kunjungannya, termasuk mengoordinasikan pertemuan dengan para diplomat.
Selama lawatannya ke Timur Tengah, Murphy yang duduk di Komite Hubungan Luar Negeri Senat mewakili Connecticut, bertemu dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, serta jajaran pejabat senior Teluk lainnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Chris Murphy Departemen Pertahanan AS Pangkalan Udara AS


























