Rabu, 07/10/2026 10:09 WIB

Wamentrans Dorong Balai Transmigrasi Denpasar Jadi Etalase Global





Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mendorong pengembangan BPPMT Denpasar, Bali, menjadi etalase global program transmigrasi Indonesia

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi melakukan kunjungan kerja ke BPPMT Denpasar di Seminyak, Badung, Bali, Selasa (6/10/2026). (Foto: Ist/Kementrans)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mendorong pengembangan Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Denpasar, Bali, menjadi etalase global program transmigrasi Indonesia.

Hal itu disampaikan Wamentrans Viva Yoga saat melakukan kunjungan kerja ke BPPMT Denpasar di Seminyak, Badung, Bali, Selasa (6/10). Kedatangannya disambut Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Transmigrasi Muhammad Qufal Umaternate, Kepala BPPMT Efi Surmaliningsih, serta para pegawai.

Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau perkembangan dan dinamika kinerja balai beserta pegawainya. Ia juga mendapat pemaparan mengenai rencana pengembangan gedung dan kompleks balai yang telah berdiri sejak 1985.

Pengembangan dinilai diperlukan untuk menyesuaikan balai dengan dinamika masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. Terlebih, lokasi BPPMT Denpasar berada di kawasan wisata internasional yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Karena itu, muncul gagasan menjadikan Balai Transmigrasi Denpasar sebagai etalase global. Konsep tersebut akan didukung dengan penambahan berbagai fasilitas, tetapi tetap mempertahankan fungsi utama balai sebagai tempat pelatihan, demplot, serta lahan penelitian ketransmigrasian.

Pengembangan kompleks balai tersebut akan dilakukan secara bertahap. Viva Yoga menyambut positif rencana itu dan menilai keberadaan BPPMT Denpasar memiliki posisi strategis sebagai salah satu balai transmigrasi di Indonesia, selain balai yang berada di Pekanbaru, Banjarmasin, dan Yogyakarta.

“Rencana yang bagus dan kita dukung,” ujar Viva Yoga dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Rabu (7/10).

Menurut Viva Yoga, peran strategis Balai Transmigrasi Denpasar tidak terlepas dari sejarah panjang masyarakat Bali dalam program transmigrasi. Hingga kini, masih ada penduduk Bali yang berminat mengikuti program tersebut, di antaranya berasal dari Gianyar dan Buleleng.

"Kita memberangkatkan transmigran dari Bali terakhir di tahun 2019", ujarnya.

Dalam sejarah transmigrasi, disebut Bali merupakan pulau di luar Jawa yang massif mengirimkan transmigran ke berbagai kawasan transmigrasi.

"Transmigran dari Bali sejak program ini dilakukan menyebar ke berbagai kawasan seperti di Lampung, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan", ujarnya.

Transmigran dari Bali diakui sebagai transmigran yang ulet dan telaten sehingga banyak yang sukses. "Di Lampung banyak transmigran Bali sukses sebagai pengusaha maupun pejabat daerah", ujarnya.

Dari bukti-bukti kesuksesan transmigran dari Bali, Viva Yoga mendukung balai transmigrasi dikembangkan sebagai etalase global. "Kita tunjukan kepada dunia, program transmigrasi sukses mensejahterakan masyarakat", tegasnya.

Menurutnya kawasan transmigrasi tidak hanya berfokus pada sektor pertanian dan perkebunan namun juga ada untuk pengembangan kawasan wisata. "Di Labuan Bajo ada kawasan transmigrasi yang berada di kawasan wisata", ungkapnya.

KEYWORD :

Wakil Mentrans Viva Yoga Mauludi Balai Transmigrasi Denpasar Bali Etalase Global




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :