Masjid Agung Omari (FOTO: AJE)
Jakarta, Jurnas.com - Memasuki fase awal bulan Zulhijjah, umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh, salah satunya dengan menjalankan puasa sunah Tarwiyah dan Arafah.
Kedua puasa ini dilaksanakan berturut-turut pada tanggal 8 dan 9 Zulhijjah, tepat sebelum perayaan Hari Raya Idul Adha.
Agar ibadah tersebut berjalan sesuai dengan tuntunan syariat, pemahaman mengenai ketetapan niat dan tata cara pelaksanaannya menjadi hal yang krusial bagi jemaah.
Secara teknis, tata cara pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah tidak berbeda dengan ibadah puasa pada umumnya, baik puasa wajib maupun sunah. Prosesi ibadah dimulai sejak terbitnya fajar sodik hingga terbenamnya matahari.
Selama durasi tersebut, umat Muslim yang menjalankan puasa berkewajiban untuk menahan diri dari makan, minum, serta segala hal yang dapat membatalkan puasa, di samping menjaga lisan dan perbuatan dari tindakan yang mampu menggugurkan pahala ibadah.
Perbedaan mendasar dari kedua puasa sunah ini terletak pada redaksi niat yang dilafalkan sebelum memulai ibadah.
Berikut ini bacaan niat puasa Tarwiyah dan Arafah
Beli Hewan Kurban dengan Dicicil, Bolehkah?
Lafal Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta`âlâ.
Artinya: "Aku niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta`ala."
Lafal Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin `an ada`i sunnati Arafah lillahi ta`âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT."
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Puasa Arafah Puasa Tarwiyah Idul Adha Niat Puasa



























