Ilusrasi - Bulan Dzulhijjah (Foto: RRI)
Jakarta, Jurnas.com - Memasuki bulan haji dalam kalender Islam, masyarakat kerap menemukan perbedaan penulisan nama bulan ke-12 Hijriah.
Ada yang menulis Zulhijah, sebagian menggunakan Dzulhijjah, bahkan tak jarang muncul penulisan Dzhulhijjah. Perbedaan ini sering memunculkan pertanyaan.
Bulan tersebut memiliki makna penting bagi umat Islam karena menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji, puasa Arafah, hingga perayaan Idul Adha.
Namun ternyata, variasi penulisannya berkaitan dengan sistem transliterasi atau alih aksara dari bahasa Arab ke huruf Latin.
Dalam bahasa Arab, nama bulan ini ditulis ذو الحجة (Dhu al-Hijjah).
Kata tersebut tersusun dari dua bagian, yakni Dhu yang berarti “pemilik” atau “yang memiliki”, serta Hijjah yang berarti “haji”.
Secara makna, Dzulhijjah dapat diartikan sebagai “bulan haji” karena pada bulan inilah ibadah haji dilaksanakan.
Berbagai Keutamaan Hari Tasyrik dalam Islam
Dalam penggunaan resmi di Indonesia, penulisan Zulhijah lebih sering dipakai oleh pemerintah melalui dokumen resmi dan keputusan sidang isbat.
Sementara bentuk Dzulhijjah juga banyak digunakan oleh lembaga keagamaan, media, dan literatur Islam sebagai bentuk transliterasi yang lebih dekat dengan pengucapan Arab.
Adapun penulisan Dzhulhijjah sebenarnya merupakan variasi transliterasi lama yang mencoba menyesuaikan bunyi huruf Arab tertentu ke ejaan Latin.
Bentuk ini masih ditemukan di sebagian buku atau tulisan lama, tetapi penggunaannya kini tidak seumum sebelumnya.
Sejumlah pakar bahasa menyebut perbedaan itu tidak mengubah makna.
Variasi tersebut muncul karena tidak ada satu bentuk transliterasi tunggal yang sepenuhnya seragam di berbagai negara atau lembaga.
Di Indonesia sendiri, nama bulan Hijriah memang memiliki beberapa variasi penulisan.
Misalnya Ramadan–Ramadhan, Syawal–Syawwal, atau Muharam–Muharram. Perbedaan biasanya dipengaruhi pedoman transliterasi, kebiasaan media, dan penyesuaian ejaan bahasa Indonesia.
Menjelang penetapan awal bulan Hijriah 1447 H, sejumlah instansi pemerintah juga mulai menggunakan istilah tersebut dalam agenda pemantauan hilal dan sidang isbat.
Jadi, jika ditanya mana yang benar, jawabannya adalah Zulhijah dan Dzulhijjah sama-sama benar, tergantung pedoman transliterasi yang digunakan.
Namun untuk konteks bahasa Indonesia modern dan penggunaan resmi, bentuk Zulhijah lebih umum dipakai, sedangkan Dzulhijjah masih banyak digunakan di lingkungan keagamaan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Bulan Zulhijah Bulan Dzulhijjah Kalender Hijriah Idul Adha Hari Raya





















