Ilustrasi - berbagai keutamaan dan amalan sunah hari Tasyrik dalam Islam (Foto: Pexels/Thridman)
Jakarta, Jurnas.com - Setelah nanti gema takbir Idul Adha berkumandang, umat Islam di Indonesia kini memasuki fase penting yang disebut sebagai Hari Tasyrik.
Jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, periode tiga hari ini bukan sekadar waktu santai pasca-lebaran, melainkan momentum ibadah yang memiliki kedudukan istimewa dalam syariat.
Secara harfiah, `Tasyrik` berakar dari istilah tasyriq asy-syams yang bermakna `menghadap ke arah matahari`.
Istilah ini merujuk pada kebiasaan masyarakat Arab zaman dahulu yang menjemur daging kurban di bawah terik matahari untuk diawetkan menjadi dendeng. Namun secara maknawi, hari ini adalah waktu bagi umat Muslim untuk merayakan nikmat Allah melalui makanan, minuman, dan zikir.
Satu hal krusial yang wajib dipahami adalah keharaman berpuasa pada hari-hari ini.
Asal Usul dan Sejarah Penamaan Bulan Dzulhijjah
Rasulullah SAW menetapkan Hari Tasyrik sebagai waktu khusus untuk mensyukuri rezeki berupa hidangan daging kurban. Hal ini ditegaskan dalam hadits riwayat Imam Muslim:
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ
"Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan zikir kepada Allah." (HR. Muslim)
Banyak orang cenderung mengendurkan intensitas ibadahnya setelah hari raya. Namun, justru di saat banyak orang lalai inilah, setiap amal kebaikan yang dilakukan akan bernilai sangat tinggi.
Rasulullah SAW bersabda mengenai keutamaan amal di awal bulan Dzulhijjah hingga akhir hari Tasyrik:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ
"Tidak ada amal yang lebih dicintai oleh Allah daripada amal yang dilakukan pada hari-hari ini (merujuk pada 10-13 Dzulhijjah)." (HR. Bukhari)
Untuk meraih pahala terbaik, berikut adalah beberapa amalan yang sangat dianjurkan oleh para ulama berdasarkan dalil-dalil sahih:
1. Menggaungkan Kalimat Agung (Takbir) Umat Islam diperintahkan untuk terus menyebut nama Allah, sebagaimana tercantum dalam Al-Baqarah ayat 203:
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ
"Dan berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah pada hari-hari yang berbilang (Hari Tasyrik)." (QS. Al-Baqarah: 203)
2. Memperbanyak Tahlil, Tahmid, dan Takbir Ibnu Hajar Al-Asqalani menekankan pentingnya lisan yang tidak berhenti basah oleh zikir selama periode ini. Sebagaimana pesan dalam sebuah riwayat:
فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّحْمِيدِ وَالتَّكْبِيرِ
"Maka perbanyaklah tahlil (Laa ilaha illallah), tahmid (Alhamdulillah), dan takbir (Allahu akbar) pada hari-hari tersebut." (HR. Ibnu Umar)
3. Batas Akhir Ibadah Kurban Bagi masyarakat yang belum sempat melaksanakan penyembelihan pada hari raya (10 Dzulhijjah), Hari Tasyrik adalah waktu kompensasi yang sah. Kesempatan menyembelih hewan kurban tetap terbuka lebar hingga terbenamnya matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Hari Tasyrik Hari Raya Idul Adha Bulan Dzulhijjah Ibadah Kurban


















