Jum'at, 15/05/2026 17:37 WIB

Jelang Puncak Haji Armuzna, Kemenhaj Imbau Jemaah Jaga Kondisi Tubuh





Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf, mengatakan bahwa kesiapan fisik jadi faktor penting agar jemaah dapat jalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar

Umat ​​Muslim berkumpul di puncak bukit berbatu yang dikenal sebagai Jabal Rahmah, di Dataran Arafat, selama ibadah haji tahunan, dekat kota suci Mekkah, Arab Saudi (FOTO: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk mulai mengatur aktivitas secara bijak dan menjaga kondisi tubuh.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf, mengatakan bahwa kesiapan fisik menjadi faktor penting agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan optimal.

“Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jemaah untuk mulai menghemat energi dan menjaga stamina. Jangan memaksakan aktivitas fisik yang tidak mendesak agar kondisi tubuh tetap prima saat memasuki fase puncak haji,” ujar Maria dalam siaran pers, di Jakarta, Kamis (14/5).

Memasuki hari ke-24 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, seluruh layanan jemaah Indonesia dipastikan berjalan lancar. Berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 395 kelompok terbang (kloter) dengan total 152.724 jemaah dan 1.577 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Sementara itu, sebanyak 353 kloter dengan 136.422 jemaah dan 1.412 petugas telah tiba di Makkah setelah bergerak secara bertahap dari Madinah.

Untuk kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, tercatat sebanyak 120 kloter dengan 45.914 jemaah dan 481 petugas telah tiba di Arab Saudi.

Selain itu, sebanyak 10.535 jemaah haji khusus juga telah berada di Tanah Suci dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal.

Maria menjelaskan bahwa PPIH Arab Saudi saat ini terus mematangkan kesiapan layanan puncak haji melalui Satuan Operasi Armuzna, termasuk kesiapan akomodasi, konsumsi, dan transportasi jemaah.

“Kesiapan tenda di Arafah saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Peninjauan layanan transportasi bus Masyair juga terus dilakukan untuk memastikan mobilitas jemaah berjalan lancar saat puncak haji,” ujarnya.

Selain itu, PPIH Arab Saudi juga telah menyiapkan berbagai skenario mitigasi untuk mengantisipasi potensi kepadatan pergerakan jemaah, khususnya pada jalur Arafah menuju Muzdalifah dan Muzdalifah menuju Mina.

Kemenhaj mengingatkan jemaah agar membatasi aktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari saat suhu udara sangat tinggi. Jemaah juga diimbau memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh guna menghindari dehidrasi dan kelelahan.

“Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik. Karena itu, stamina perlu dijaga sejak sekarang agar jemaah dapat menjalani Armuzna dengan baik,” kata Maria.

Khusus bagi jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta atau risiko tinggi, Kemenhaj meminta agar selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan, ketua regu, ketua rombongan, maupun petugas sektor apabila mengalami keluhan kesehatan.

Petugas kesehatan haji Indonesia hingga saat ini terus melakukan pemantauan aktif, edukasi kesehatan, serta pendampingan kepada jemaah di hotel, sektor, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), maupun fasilitas kesehatan rujukan di Arab Saudi.

Kemenhaj juga mengimbau jemaah untuk menggunakan alat pelindung diri sederhana seperti payung, alas kaki, dan masker apabila diperlukan saat beraktivitas di luar hotel guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas.

KEYWORD :

Kemenhaj RI Jemaah Haji Puncak Haji Kondisi Tubuh Ibadah Haji 2026




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :