Demonstrasi di Tunisia (Foto: Reuters)
Tunis, Jurnas.com - Ratusan warga Tunisia turun ke jalanan ibu kota Tunis pada Sabtu (16/5) kemarin untuk menggelar aksi protes besar-besaran menentang kepemimpinan Presiden Kais Saied.
Pengunjuk rasa menilai presiden merusak nilai-nilai kebebasan berdemokrasi, serta bertanggung jawab penuh atas memburuknya krisis ekonomi dan sosial yang tengah melanda negara di Afrika Utara tersebut.
“Rakyat kelaparan dan penjara-penjara penuh,” teriak pengunjuk rasa, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Minggu (17/5).
Selain itu, massa menuntut diakhirinya sistem pemerintahan satu orang (one-man rule) serta membawa berbagai spanduk yang mengecam gelombang penangkapan terhadap para politisi, jurnalis, hingga aktivis masyarakat sipil. Aksi ini mencerminkan kekhawatiran yang kian meluas di tengah masyarakat terkait penindasan sistematis terhadap kelompok oposisi.
Tunisia saat ini berada di bawah tekanan ekonomi yang akut, ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang lambat, lonjakan harga barang pokok, kelangkaan obat-obatan dan beberapa jenis makanan, tekanan pembiayaan negara, serta memburuknya kualitas layanan publik.
Kais Saied, yang membubarkan parlemen dan mulai memerintah melalui dekret presiden sejak 2022, terus menghadapi kecaman keras dari berbagai kelompok hak asasi manusia.
Para aktivis menilai Saied telah membongkar total sistem demokrasi yang telah dibangun dengan susah payah sejak revolusi 2011 silam. Namun, Saied dengan tegas menolak tuduhan tersebut dan berdalih bahwa langkah-langkah darurat yang diambilnya sangat diperlukan untuk menyelamatkan Tunisia dari jurang kekacauan dan korupsi.
Krisis politik ini diperkirakan akan semakin memanas dalam beberapa hari ke depan. Asosiasi Pengacara Tunisia telah menyerukan aksi mogok kerja massal sebagai bentuk protes atas terkikisnya independensi peradilan.
Di saat yang sama, Serikat Jurnalis Tunisia juga tengah merencanakan gelombang unjuk rasa untuk menentang pemenjaraan rekan-rekan mereka serta pembatasan ketat terhadap kebebasan pers.
Di pihak lain, otoritas keamanan Tunisia bersikeras bahwa mereka hanya menegakkan hukum yang berlaku dan membantah adanya motif represif politik di balik penangkapan tersebut.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Demonstrasi Tunisia Kais Saied Krisis Ekonomi Tunisia

























